Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta.Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan.Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.
๐️ ๐ฎ๐ฉ ๐️
Pendidikan Pancasila — Kelas 3
Materi Belajar Mandiri Hari Ini
Tingkatan Pemerintahan Desa dan Aktivitasnya
๐️ Identitas Mata Pelajaran
๐ฏ Capaian Pembelajaran (CP)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenali lingkungan tempat tinggalnya, mulai dari RT, RW, desa atau kelurahan, hingga kecamatan, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peserta didik juga menunjukkan sikap kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam di lingkungan sekitarnya.
๐ฏ Tujuan Pembelajaran (TP)
Siswa mampu mengidentifikasi tingkatan pemerintahan desa dan aktivitas-aktivitas di dalamnya.
Rincian pelaksanaan TP dalam kegiatan belajar:
๐ง Mengulas kembali RT dan RW serta pemimpinnya melalui soal review (Mindful)
๐ฅ Menonton video pembelajaran tentang desa dan kelurahan sebagai bagian dari NKRI (Joyful)
๐ Memahami hubungan antara tingkat desa dengan RT/RW (Meaningful)
๐️ Mengenal aktivitas-aktivitas yang ada di desa (Meaningful)
๐ฌ Berdiskusi tentang pengalaman siswa terkait kegiatan di lingkungan desa/kelurahan (Joyful)
๐ Merefleksikan pembelajaran hari ini melalui mood picker (Mindful)
๐งญ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
1. Siswa dapat mengingat kembali RT dan RW serta pemimpinnya yang telah dipelajari sebelumnya. 2. Siswa dapat menjelaskan desa dan kelurahan sebagai bagian dari NKRI melalui video pembelajaran. 3. Siswa dapat menjelaskan hubungan antara tingkat desa dengan RT dan RW. 4. Siswa dapat menyebutkan aktivitas-aktivitas yang ada di desa. 5. Siswa dapat menceritakan pengalamannya terkait kegiatan di lingkungan desa/kelurahan. 6. Siswa dapat merefleksikan pemahamannya tentang tingkatan pemerintahan desa.
๐งฉ Model dan Metode Pembelajaran
Model: Contextual Teaching and Learning (CTL) dipadukan dengan Discovery Learning, karena siswa diajak menemukan sendiri hubungan antartingkatan pemerintahan melalui pengalaman nyata di lingkungan tempat tinggalnya. Metode: ceramah interaktif, tanya jawab, diskusi, dan penugasan.
๐ Pembukaan: Yuk, Ingat Lagi!
Sebelum belajar hal baru, coba kerjakan dulu 5 soal isian tentang RT dan RW serta pemimpinnya yang sudah kita pelajari kemarin.
1. Kumpulan beberapa Kepala Keluarga yang tinggal berdekatan disebut...
2. Pemimpin RT disebut...
3. Kumpulan beberapa RT disebut...
4. Pemimpin RW disebut...
5. Sebutkan satu tugas Ketua RT dalam melayani warganya!
๐ Kunci Jawaban (Review Materi Sebelumnya)
1. RT (Rukun Tetangga) 2. Ketua RT 3. RW (Rukun Warga) 4. Ketua RW 5. Jawaban bervariasi, misalnya: membantu warga mengurus surat pengantar, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, atau memimpin kegiatan kerja bakti.
๐ฌ Inti Pembelajaran: Yuk, Kenali Desa Kita!
๐บ Video Pembelajaran
๐ Tautan: https://www.youtube.com/watch?v=Xm9T63DEdzI ๐ Disarankan Bapak/Ibu Guru meninjau video terlebih dahulu sebelum ditampilkan ke siswa.
1️⃣ Hubungan Tingkat Desa dan RT/RW
Desa terdiri dari beberapa RW. Setiap RW terdiri dari beberapa RT. Jadi, urutannya dari yang terkecil hingga yang lebih besar adalah: RT → RW → Desa/Kelurahan → Kecamatan. Setiap tingkatan saling bekerja sama untuk melayani masyarakat. Ketua RT membantu warga di lingkungan terkecil, Ketua RW mengoordinasikan beberapa RT, dan Kepala Desa (atau Lurah) memimpin seluruh wilayah desa yang terdiri dari beberapa RW.
๐️ Kecamatan
↑
๐️ Desa / Kelurahan
↑
๐ RW (Rukun Warga)
↑
๐ก RT (Rukun Tetangga)
2️⃣ Aktivitas-aktivitas di Desa
๐งน Kerja Bakti
Warga, termasuk keluarga siswa, bergotong royong membersihkan selokan dan jalan setiap akhir pekan.
๐ฅ Posyandu
Pemeriksaan kesehatan rutin untuk balita dan lansia yang diadakan di balai desa setiap bulan.
๐ Lomba 17 Agustus
Perayaan hari kemerdekaan dengan berbagai lomba yang diikuti anak-anak di lingkungan RT/RW.
๐ณ️ Musyawarah Warga
Rapat RT/RW untuk membahas kepentingan bersama, misalnya jadwal ronda malam atau perbaikan jalan.
๐ Mengurus Surat di Kantor Desa
Orang tua siswa datang ke kantor desa untuk mengurus surat keterangan, misalnya saat mendaftar sekolah.
๐ Penutup: Asesmen Formatif
Sekarang, tunjukkan pemahamanmu tentang tingkatan pemerintahan desa dan aktivitasnya melalui soal-soal berikut!
A. Pilihan Ganda
Mudah
1. Kumpulan beberapa RT disebut...
Mudah
2. Desa dipimpin oleh seorang...
Sedang
3. Urutan tingkatan pemerintahan dari yang terkecil adalah...
Sedang
4. Kegiatan membersihkan lingkungan bersama warga di desa disebut...
Sukar
5. Di sebuah desa terdapat 3 RW, dan setiap RW terdiri dari 4 RT. Manakah pernyataan berikut yang benar?
B. Isian Singkat
Sedang
6. Sebutkan urutan tingkatan pemerintahan dari RT hingga kecamatan!
Sedang
7. Kegiatan pemeriksaan kesehatan balita dan lansia yang biasa diadakan di desa disebut...
Sukar
8. Sebutkan satu aktivitas yang biasa dilakukan warga di lingkungan desamu!
C. Esai
Sukar
9. Jelaskan hubungan antara RT, RW, dan Desa!
Sukar
10. Ceritakan satu pengalamanmu mengikuti kegiatan di lingkungan tempat tinggalmu (RT/RW/desa)!
๐ Kunci Jawaban (Asesmen Formatif)
Pilihan Ganda:
1. A — RW 2. B — Kepala Desa 3. C — RT - RW - Desa - Kecamatan 4. D — Kerja bakti 5. A — Desa tersebut memiliki 12 RT
Isian (contoh jawaban):
6. RT → RW → Desa/Kelurahan → Kecamatan 7. Posyandu 8. Jawaban bervariasi sesuai pengalaman siswa, misalnya kerja bakti atau lomba 17 Agustus.
Esai (contoh jawaban/rubrik):
9. RT adalah kumpulan beberapa keluarga yang tinggal berdekatan, beberapa RT membentuk RW, dan beberapa RW membentuk Desa/Kelurahan. Ketiganya saling bekerja sama untuk melayani warga. 10. Jawaban bervariasi sesuai pengalaman siswa, dinilai dari kejelasan cerita dan keterkaitan dengan kegiatan di lingkungan tempat tinggal. (Penilaian esai disesuaikan dengan kelengkapan dan ketepatan penjelasan siswa.)
๐ Kesimpulan
Hari ini kita belajar bahwa tingkatan pemerintahan tempat tinggal kita, dari yang terkecil, adalah RT → RW → Desa/Kelurahan → Kecamatan. Setiap tingkatan saling bekerja sama untuk melayani masyarakat. Di desa, ada banyak aktivitas yang melibatkan warga, seperti kerja bakti, posyandu, lomba 17 Agustus, musyawarah warga, dan mengurus surat di kantor desa. Dengan mengenal tingkatan ini, kita jadi lebih memahami tempat tinggal kita sebagai bagian dari NKRI! ๐ฎ๐ฉ
๐ง๐ซ Kesimpulan Pengajaran (Refleksi Guru)
⚠️ Kendala Pembelajaran
• Sebagian siswa mungkin masih bingung membedakan urutan tingkatan pemerintahan (RT, RW, desa, kecamatan). • Siswa yang tinggal di kelurahan (bukan desa) mungkin bingung karena istilah pemimpinnya berbeda (lurah vs kepala desa). • Keterbatasan pengalaman langsung siswa dengan kegiatan di tingkat desa/kecamatan. • Koneksi internet yang kurang stabil saat memutar video pembelajaran.
๐ง Tindak Lanjut
• Menggunakan diagram atau bagan sederhana untuk memperjelas urutan tingkatan pemerintahan. • Menjelaskan bahwa desa dan kelurahan memiliki kedudukan yang sama, hanya istilahnya berbeda tergantung wilayah. • Mengajak siswa bertanya kepada orang tua tentang RT/RW tempat tinggal mereka sebagai tugas rumah. • Menyiapkan cadangan gambar/bagan cetak jika video tidak dapat diputar.
๐ Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.
Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
๐ Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
๐ Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
๐ซ Pesan Semangat
๐ช
Terus semangat belajar!
๐
Pantang menyerah meraih cita-cita!
๐
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya dengan materi yang lebih seru dan menarik!
Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya.Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta.Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan.Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.
➗ Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100
Matematika • Kelas 3 • Yuk Belajar Membagi dengan Porogapit
๐Identitas Mata Pelajaran
Capaian Pembelajaran (CP 2026)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu melakukan operasi hitung bilangan cacah, termasuk penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, serta menerapkannya untuk menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan bilangan cacah sampai 100 sesuai Kurikulum Merdeka.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 dalam kehidupan sehari-hari.
Joyful Menonton video pembelajaran tentang cara pembagian dengan metode porogapit.
Mindful Mengamati contoh soal pembagian bersusun (porogapit) dengan teliti dan langkah demi langkah.
Meaningful Menyelesaikan soal cerita pembagian berdasarkan situasi sehari-hari, seperti membagi kue atau buku.
Joyful Bermain kuis pembagian secara berkelompok dengan kartu bilangan.
Mindful Berlatih menyelesaikan soal pembagian secara mandiri dan cermat.
Meaningful Menghubungkan konsep pembagian dengan kegiatan membagi barang secara adil di rumah.
Alur Tujuan Pembelajaran
1
Siswa mengulang kembali pembagian bilangan cacah di bawah 50 melalui soal review.
2
Siswa menonton video dan menyimak penjelasan tentang pembagian porogapit bilangan sampai 100.
3
Siswa mengamati contoh soal cerita pembagian dalam kehidupan sehari-hari.
4
Siswa mempelajari cara penyelesaian pembagian dengan metode porogapit melalui tiga contoh.
5
Siswa berlatih menyelesaikan soal pembagian secara mandiri.
6
Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman pembagian bilangan cacah sampai 100.
Model & Metode Pembelajaran
Model: Problem Based Learning — siswa belajar menyelesaikan masalah pembagian melalui situasi nyata sehari-hari. Metode: Ceramah interaktif, demonstrasi cara porogapit, tanya jawab, latihan terbimbing, dan penugasan individu.
๐Pembukaan: Review Materi Sebelumnya
Ayo ingat kembali cara membagi bilangan cacah di bawah 50!
1. 12 : 3 = ....
A. 3
B. 4
C. 5
D. 6
2. 24 : 4 = ....
A. 8
B. 7
C. 6
D. 5
3. 36 : 6 = ....
A. 4
B. 5
C. 7
D. 6
4. 45 : 9 = ....
A. 6
B. 4
C. 5
D. 7
5. 20 : 5 = ....
A. 4
B. 5
C. 6
D. 3
๐ Lihat Kunci Jawaban
๐ฌInti Pembelajaran: Video dan Penjelasan
▶️ Pembagian Bilangan dengan Cara Bersusun (Porogapit)
Kegiatan membagi sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membagikan kue ulang tahun kepada teman-teman secara adil, membagi buku ke setiap rak dengan jumlah yang sama, atau membagikan permen kepada saudara-saudara di rumah. Pembagian membantu kita memastikan setiap orang mendapatkan bagian yang sama banyak.
Cara Porogapit (Pembagian Bersusun)
Porogapit adalah cara membagi bilangan besar dengan menyusun angka ke bawah, langkah demi langkah, sampai hasilnya habis atau tidak bisa dibagi lagi. Yuk, simak tiga contohnya!
Contoh 1
Ibu memiliki 84 butir telur yang akan dimasukkan ke dalam 4 kotak sama banyak. Berapa butir telur di setiap kotak?
21
____
4│ 84
-8
----
04
-4
----
0
Jadi, setiap kotak berisi 21 butir telur.
Contoh 2
Pak Budi memiliki 96 batang pensil yang akan dibagikan kepada 6 siswa sama banyak. Berapa pensil yang diterima setiap siswa?
16
____
6│ 96
-6
----
36
-36
----
0
Jadi, setiap siswa menerima 16 batang pensil.
Contoh 3
Kakak memiliki 75 kelereng yang akan dibagi rata ke dalam 5 kantong. Berapa kelereng di setiap kantong?
15
____
5│ 75
-5
----
25
-25
----
0
Jadi, setiap kantong berisi 15 kelereng.
✅Penutup: Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
1. 40 : 5 = ....Mudah
A. 6
B. 7
C. 8
D. 9
2. 63 : 7 = ....Mudah
A. 9
B. 8
C. 7
D. 6
3. Ibu memiliki 72 kue yang dibagikan sama rata kepada 9 anak. Setiap anak menerima ... kue.Sedang
A. 7
B. 9
C. 8
D. 10
4. Sebuah kelas memiliki 93 buku yang dibagikan ke 3 rak sama banyak. Setiap rak berisi ... buku.Sedang
A. 32
B. 33
C. 31
D. 34
5. Seorang pedagang memiliki 84 apel yang akan dimasukkan ke dalam kantong berisi 4 apel setiap kantong. Berapa kantong yang dibutuhkan?Sukar
A. 20
B. 22
C. 21
D. 23
B. Isian Singkat
6. 56 : 8 = ______. Mudah
7. Sebuah toko memiliki 63 roti yang dimasukkan ke dalam kotak berisi 7 roti setiap kotak. Toko tersebut membutuhkan ______ kotak. Sedang
8. Selesaikan pembagian berikut menggunakan cara porogapit di buku tugasmu: 88 : 4 = ______. Sukar
C. Esai
9. Andi memiliki 78 kelereng yang akan dibagikan sama rata kepada 6 temannya. Berapa kelereng yang diterima setiap teman? Selesaikan menggunakan cara porogapit! Sedang
10. Sebuah sekolah memiliki 96 buku cerita. Sebanyak 8 buku disisihkan terlebih dahulu untuk perpustakaan, lalu sisanya dibagikan sama rata ke 8 kelas. Berapa buku yang diterima setiap kelas? Jelaskan langkah penyelesaianmu! Sukar
๐ Lihat Kunci Jawaban
๐Kesimpulan
Hari ini kita belajar menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan cara porogapit. Pembagian sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, misalnya saat membagi kue, buku, atau kelereng secara adil kepada teman-teman. Dengan berlatih langkah-langkah porogapit secara rutin, siswa akan semakin terampil dan percaya diri dalam menyelesaikan soal pembagian.
๐ง๐ซRefleksi Pembelajaran Guru
Kendala Pembelajaran
Sebagian siswa melakukan miskalkulasi terutama pada pembagian yang bersifat menyimpan.
Tindak Lanjut
Memberikan kesempatan mengerjakan secara langsung dengan bimbingan guru (direct teaching)
๐ Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.
Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
๐ Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
๐ Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
๐ซ Pesan Semangat
๐ช
Terus semangat belajar!
๐
Pantang menyerah meraih cita-cita!
๐
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya dengan materi yang lebih seru dan menarik!
Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.
Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu nilai-nilai dalam tradisi Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! ๐
๐ก Nilai-Nilai dalam Tradisi Keluarga di Indonesia
IPAS • Kelas 3 • Belajar dari Kearifan Budaya Nusantara
๐Identitas Mata Pelajaran
Capaian Pembelajaran (CP 2026)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenal keberagaman budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang ada di lingkungan keluarga dan masyarakat Indonesia, serta mampu mengidentifikasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut sebagai bagian dari penguatan identitas dan jati diri bangsa dalam Kurikulum Merdeka.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi keluarga di Indonesia berdasarkan suku masing-masing.
Joyful Menonton video pembelajaran tentang tradisi keluarga di Indonesia.
Mindful Membaca cerita tentang tradisi desa di Lampung dengan cermat dan penuh perhatian.
Meaningful Mempelajari nilai-nilai dalam berbagai tradisi Indonesia beserta contohnya di berbagai daerah.
Joyful Bermain tebak tradisi berdasarkan nilai yang terkandung di dalamnya.
Meaningful Berdiskusi tentang tradisi keluarga masing-masing siswa sesuai suku dan daerah asal.
Mindful Mengerjakan latihan identifikasi nilai tradisi secara mandiri dan teliti.
Alur Tujuan Pembelajaran
1
Siswa mengulang kembali pemahaman tentang tradisi Indonesia (Bajamba, Sungkeman, Bakar Batu, Maccappi, Baayun Maulid) melalui soal review.
2
Siswa menonton video dan menyimak penjelasan tentang tradisi keluarga di Indonesia.
3
Siswa membaca cerita tentang tradisi desa di Lampung dan menjawab pertanyaan pemahaman bacaan.
4
Siswa mempelajari berbagai nilai yang terkandung dalam tradisi Indonesia beserta contoh tradisinya masing-masing.
5
Siswa berdiskusi tentang tradisi keluarga masing-masing berdasarkan suku dan daerah asal.
6
Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman tentang nilai-nilai tradisi.
Model & Metode Pembelajaran
Model: Discovery Learning — siswa menemukan sendiri nilai-nilai luhur melalui cerita dan diskusi tentang tradisi. Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan.
๐Pembukaan: Review Materi Sebelumnya
Ayo ingat kembali tradisi-tradisi di Indonesia yang sudah kita pelajari: Bajamba, Sungkeman, Bakar Batu, Maccappi, dan Baayun Maulid!
1. Tradisi makan bersama dalam satu wadah besar yang berasal dari Sumatera Barat disebut ....
A. Sungkeman
B. Bajamba
C. Bakar Batu
D. Maccappi
2. Tradisi sungkem kepada orang tua sebagai tanda hormat biasa dilakukan masyarakat ....
A. Jawa
B. Papua
C. Bugis
D. Banjar
3. Tradisi memasak makanan menggunakan batu yang dipanaskan berasal dari ....
A. Sumatera Barat
B. Jawa
C. Kalimantan
D. Papua
4. Upacara Baayun Maulid biasa dilakukan oleh masyarakat suku ....
A. Jawa
B. Bugis
C. Banjar
D. Minang
5. Tradisi Maccappi berkaitan dengan prosesi ... dalam budaya Bugis.
A. panen raya
B. pernikahan
C. kelahiran
D. kematian
๐ Lihat Kunci Jawaban
1. B 2. A 3. D 4. C 5. B
๐ฌInti Pembelajaran: Video dan Penjelasan
Nilai-nilai tradisi di Indonesia:
Cerita: Tradisi Sakai Sambayan di Desa Lampung
Kebersamaan di Desa Suka Damai
Di sebuah desa yang asri di Provinsi Lampung, hiduplah warga yang masih menjaga erat tradisi turun-temurun dari nenek moyang mereka. Desa itu bernama Desa Suka Damai. Setiap kali ada warga yang akan membangun rumah atau menuai padi di sawah, seluruh warga desa akan berkumpul untuk saling membantu tanpa mengharapkan imbalan. Tradisi ini dikenal dengan nama Sakai Sambayan, yang dalam bahasa Lampung berarti tolong-menolong.
Pada suatu pagi, Pak Herman hendak membangun rumah baru untuk keluarganya. Tanpa diminta, para tetangga datang membawa peralatan masing-masing seperti cangkul, gergaji, dan bambu. Ibu-ibu memasak makanan bersama di dapur umum untuk disantap seluruh warga yang bekerja. Anak-anak pun ikut membantu hal-hal ringan sambil bermain riang. Dalam waktu tiga hari, rumah Pak Herman pun selesai dibangun berkat kerja sama seluruh warga desa.
Tradisi Sakai Sambayan mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Tradisi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena meringankan beban pekerjaan, mempererat tali persaudaraan antarwarga, dan menciptakan kehidupan desa yang rukun serta harmonis. Itulah sebabnya, warga Desa Suka Damai terus menjaga tradisi ini agar tetap lestari hingga generasi berikutnya.
๐ง Yuk, Jawab Pertanyaan Berikut!
Apa nama tradisi yang dijaga oleh warga Desa Suka Damai?
Apa yang dilakukan warga ketika Pak Herman membangun rumah?
Sebutkan satu nilai yang terkandung dalam tradisi Sakai Sambayan!
Jawaban: 1) Sakai Sambayan. 2) Warga bergotong royong membantu membawa alat, membangun rumah, dan memasak bersama. 3) Gotong royong / kebersamaan / kepedulian terhadap sesama.
Nilai-Nilai dalam Tradisi Indonesia
Setiap tradisi di Indonesia memiliki nilai luhur yang berbeda-beda. Berikut beberapa contohnya:
Nilai Gotong Royong — kerja sama saling membantu tanpa pamrih. Contoh: Sakai Sambayan (Lampung), Bakar Batu (Papua).
Nilai Hormat kepada Orang Tua — sikap sopan dan berbakti kepada orang tua. Contoh: Sungkeman (Jawa).
Nilai Kebersamaan — mempererat persaudaraan melalui kegiatan bersama. Contoh: Bajamba (Sumatera Barat).
Nilai Kesucian Diri — membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum acara penting. Contoh: Maccappi (Bugis, Sulawesi Selatan).
Nilai Religius dan Rasa Syukur — ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang diterima. Contoh: Baayun Maulid (Banjar, Kalimantan Selatan).
✅Penutup: Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
1. Tradisi Sakai Sambayan berasal dari provinsi ....Mudah
A. Jawa
B. Lampung
C. Bali
D. Papua
2. Nilai yang terkandung dalam tradisi gotong royong adalah ....Mudah
A. individualisme
B. persaingan
C. kerja sama
D. kesombongan
3. Tradisi Sungkeman mengajarkan nilai ....Sedang
A. hormat kepada orang tua
B. kerja sama
C. kebersihan diri
D. keberanian
4. Manfaat tradisi gotong royong bagi masyarakat desa adalah ....Sedang
A. membuat pekerjaan lebih berat
B. membuat warga saling bermusuhan
C. meringankan pekerjaan dan mempererat persaudaraan
D. menghabiskan banyak biaya
5. Berdasarkan cerita Desa Suka Damai, mengapa tradisi Sakai Sambayan penting untuk terus dijaga?Sukar
A. karena mahal biayanya
B. karena hanya dilakukan sekali seumur hidup
C. karena diwajibkan pemerintah
D. karena mempererat persaudaraan dan meringankan pekerjaan warga
B. Isian Singkat
6. Tradisi Bajamba berasal dari provinsi ______. Mudah
7. Nilai yang terkandung dalam tradisi Bakar Batu adalah ______. Sedang
8. Sebutkan satu tradisi keluarga di rumahmu beserta nilai yang terkandung di dalamnya! Sukar
C. Esai
9. Jelaskan mengapa tradisi gotong royong penting bagi kehidupan masyarakat! Sedang
10. Ceritakan dengan kata-katamu sendiri satu tradisi keluarga di daerahmu, sebutkan nilai yang terkandung, dan jelaskan manfaatnya bagi masyarakat! Sukar
๐Kesimpulan
Hari ini kita belajar tentang nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai tradisi keluarga di Indonesia, seperti gotong royong dalam tradisi Sakai Sambayan di Lampung, hormat kepada orang tua dalam Sungkeman, dan kebersamaan dalam Bajamba. Setiap tradisi mengajarkan nilai luhur yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Dengan memahami dan menghargai tradisi keluarga masing-masing, siswa diharapkan semakin bangga dengan keberagaman budaya Indonesia.
๐ง๐ซRefleksi Pembelajaran Guru
Kendala Pembelajaran
...
Tindak Lanjut
Memberikan ..
๐ Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.
Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
๐ Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
๐ Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
๐ซ Pesan Semangat
๐ช
Terus semangat belajar!
๐
Pantang menyerah meraih cita-cita!
๐
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya dengan materi yang lebih seru dan menarik!