Electricity Lightning

Rabu, 26 Agustus 2026

MATERI AJAR RABU, 26 AGUSTUS 2026

✨ AYO BELAJAR HARI INI ✨

Pembelajaran Harian
Kelas 3 Khalid bin Walid

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS

Nama Guru

Yogi Era Reforma, S.Pd.

Hari / Tanggal

Rabu, 26 Agustus 2026 

Fase / Kelas

Fase B / Kelas III

Mata Pelajaran

MTK dan Pendidikan Pancasila 

Materi

MTK: pembagian bilangan cacah sampai 1.000

Pendidikan Pancasila: Tempat Tinggalku di NKRI

#

Pertemuan Ke

MTK: kesepuluh

Pendidikan Pancasila: Kesembilan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟


Pendidikan Pancasila · Kelas 3🏠

Tempat Tinggalku di NKRI

Mengenal RT, RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan 🏘️

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenal susunan wilayah tempat tinggalnya mulai dari lingkup terkecil hingga lebih luas, serta mengidentifikasi lingkungan tersebut sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
MateriTingkatan Wilayah Tempat Tinggal (RT, RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan)
Alokasi Waktu4 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Discovery Learning (siswa menemukan sendiri susunan wilayah tempat tinggal melalui pengamatan dan tanya jawab)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, pengamatan denah/peta lingkungan, diskusi kelompok, dan penugasan menggambar denah sederhana
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran tentang susunan wilayah tempat tinggal
• Peta atau denah sederhana lingkungan sekitar sekolah
• Kartu bergambar RT, RW, kelurahan, dan kecamatan
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk latihan menggambar denah
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang susunan wilayah tempat tinggal Joyful
Mengerjakan soal isian untuk mengingat kembali suku bangsa di Maluku, Papua, Bali, NTB/NTT, dan Sulawesi Mindful
Mengamati denah lingkungan sekitar sekolah untuk mengenali tetangga, tempat ibadah, dan tempat umum lainnya Meaningful
Berdiskusi kelompok menceritakan RT, RW, dan kelurahan/desa tempat tinggal masing-masing Meaningful
Bermain tebak susunan wilayah menggunakan kartu bergambar secara berkelompok Joyful
Berlatih menggambar denah sederhana lingkungan rumah masing-masing Meaningful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengingat kembali materi suku bangsa di Maluku, Papua, Bali, NTB/NTT, dan Sulawesi dari pertemuan sebelumnya.
  2. Siswa menonton video dan mengamati susunan wilayah tempat tinggal dari RT hingga kecamatan.
  3. Siswa mengidentifikasi tempat-tempat penting di lingkungan sekitar (tetangga, tempat ibadah, pos ronda, tempat umum).
  4. Siswa berlatih menggambarkan denah sederhana lingkungan tempat tinggalnya.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya

Ayo isi titik-titik berikut berdasarkan materi suku bangsa yang telah dipelajari!

1. Suku Bali berasal dari Pulau ____.
2. Suku Toraja dan Suku Bugis berasal dari Pulau ____.
3. Suku Sasak berasal dari daerah ____.
4. Suku Asmat dan Suku Dani berasal dari Pulau ____.
5. Suku Ambon dan Suku Ternate berasal dari Kepulauan ____.

🔑 Kunci Jawaban

1. Bali   2. Sulawesi   3. NTB (Nusa Tenggara Barat)   4. Papua   5. Maluku

🎬 Video Pembelajaran

📺 Mengenal Susunan Pemerintahan dari Kepala Keluarga - RT - RW - Lurah - Camat


Video ini membantu siswa memahami tingkatan wilayah tempat tinggal secara berurutan.
▶ Tonton di YouTube

📖 Tempat Tinggalku di NKRI

Indonesia adalah negara yang sangat luas dan terdiri dari berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing, mulai dari rumah adat, bahasa daerah, hingga makanan khasnya. Meskipun berbeda-beda, semua daerah tersebut bersatu dalam satu wilayah yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setiap tempat tinggal kita tersusun mulai dari lingkup yang paling kecil hingga lebih luas. Ayo kita amati urutannya berikut ini!

🏘️ Kecamatan
🏡 Desa / Kelurahan
🏠 RW (Rukun Warga)
🚪 RT (Rukun Tetangga)

1. RT (Rukun Tetangga)

RT adalah kumpulan beberapa rumah tetangga terdekat yang dipimpin oleh seorang Ketua RT.

Contoh sehari-hari: rumahku, rumah teman sebangku, dan rumah tetangga sebelah bisa berada dalam satu RT yang sama.

2. RW (Rukun Warga)

RW adalah kumpulan dari beberapa RT yang dipimpin oleh seorang Ketua RW.

Contoh sehari-hari: pos ronda tempat bapak-bapak berjaga malam biasanya menjadi pusat kegiatan warga satu RW.

3. Desa atau Kelurahan

Desa (di pedesaan) atau Kelurahan (di perkotaan) adalah kumpulan dari beberapa RW yang dipimpin oleh Kepala Desa atau Lurah.

Contoh sehari-hari: kantor desa/kelurahan adalah tempat orang tua mengurus surat-surat penting seperti kartu keluarga.

4. Kecamatan

Kecamatan adalah kumpulan dari beberapa desa atau kelurahan yang dipimpin oleh seorang Camat.

Contoh sehari-hari: puskesmas kecamatan adalah tempat kita berobat jika ada warga yang sakit.

5. Denah Lingkungan Sekitar

Di setiap daerah, biasanya terdapat berbagai tempat penting seperti rumah tetangga, tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara), pos ronda, sekolah, dan pasar. Semua tempat ini dapat digambarkan dalam sebuah denah, yaitu gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat.

RumahkuTetanggaMasjidPos RondaSekolahPasarJalan Lingkungan

Contoh sederhana denah lingkungan tempat tinggal

Dengan denah, kita bisa mengetahui letak rumah tetangga, tempat ibadah, pos ronda, sekolah, dan pasar tanpa harus berjalan ke sana terlebih dahulu.

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. Kumpulan beberapa rumah tetangga terdekat disebut ...
a. RW
b. RT
c. Kelurahan
d. Kecamatan
Mudah
2. Pemimpin di tingkat kecamatan disebut ...
a. Lurah
b. Ketua RW
c. Camat
d. Ketua RT
Sedang
3. Urutan wilayah dari yang paling kecil ke paling besar yang benar adalah ...
a. Kecamatan - Desa - RW - RT
b. RT - RW - Desa - Kecamatan
c. RW - RT - Kecamatan - Desa
d. Desa - RT - RW - Kecamatan
Sedang
4. Gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat di lingkungan sekitar disebut ...
a. Peta dunia
b. Denah
c. Globe
d. Atlas
Sukar
5. Rumah Andi dan rumah Beni berada di lingkungan tetangga yang sama, namun keduanya berada di wilayah yang berbeda dengan rumah Citra yang letaknya cukup jauh. Kemungkinan besar Andi dan Beni berada dalam satu ... yang sama.
a. Kecamatan
b. Desa
c. RT
d. Provinsi

B. Isian Singkat

Mudah
6. Kumpulan dari beberapa RT disebut ____.
Sedang
7. Sebutkan satu tempat umum yang biasa terdapat di lingkungan tempat tinggalmu!
Sukar
8. Jelaskan perbedaan antara Desa dan Kelurahan!

C. Esai

Sedang
9. Tuliskan nama RT, RW, dan desa/kelurahan tempat tinggalmu (jika belum tahu persis, tuliskan sesuai perkiraanmu)!
Sukar
10. Mengapa penting bagi kita untuk mengenal RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan tempat tinggal kita sebagai bagian dari NKRI? Jelaskan menurut pendapatmu!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b   2. c   3. b   4. b   5. c

Isian Singkat:
6. RW (Rukun Warga)
7. (jawaban bervariasi, misalnya: masjid, pos ronda, sekolah, pasar)
8. Desa biasanya berada di wilayah pedesaan dan dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan Kelurahan berada di wilayah perkotaan dan dipimpin oleh Lurah.

Esai: (dinilai berdasarkan kesesuaian jawaban siswa dengan tempat tinggalnya pada nomor 9, dan kelogisan alasan pentingnya mengenal wilayah tempat tinggal pada nomor 10)

🌟 Kesimpulan

Tempat tinggal kita tersusun mulai dari lingkup terkecil, yaitu RT, kemudian RW, desa atau kelurahan, hingga kecamatan. Di setiap lingkungan terdapat tetangga, tempat ibadah, pos ronda, dan tempat umum lainnya yang dapat digambarkan dalam sebuah denah. Semua wilayah ini, meskipun berbeda-beda, merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus kita kenal dan cintai bersama.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham 


Matematika · Kelas 3÷

Ayo Berlatih Pembagian!

Bilangan Cacah sampai 100 dengan Porogapit ➗

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan berbagai strategi, termasuk pembagian bersusun (porogapit) tanpa sisa, sebagai kebalikan dari operasi perkalian, untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit tanpa sisa.
MateriPembagian Bilangan Cacah sampai 100
Alokasi Waktu3 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Problem Based Learning (siswa menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pembagian)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi teknik porogapit, latihan soal berjenjang, dan permainan berhitung
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran pembagian bilangan cacah dengan porogapit
• Kartu perkalian sebagai bantuan (tabel perkalian 1-10)
• Kelereng, kancing, atau stik es krim untuk peraga pembagian merata
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang pembagian dengan teknik porogapit Joyful
Mengerjakan 5 soal latihan perkalian (materi sebelumnya) untuk mengingat teknik memecah bilangan puluhan Mindful
Mengamati demonstrasi guru membagi kelereng secara merata untuk memahami konsep pembagian Meaningful
Berlatih menyelesaikan soal cerita pembagian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Meaningful
Bermain kuis cepat tepat pembagian menggunakan kartu perkalian berkelompok Joyful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengulang kembali konsep perkalian bilangan puluhan dengan satuan.
  2. Siswa menonton video dan mengamati contoh pembagian bilangan cacah sampai 100.
  3. Siswa memahami konsep pembagian sebagai kebalikan dari perkalian melalui alat peraga.
  4. Siswa berlatih menyelesaikan pembagian dengan teknik porogapit tanpa sisa.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya: Perkalian Bilangan Cacah (Puluhan dengan Satuan)

Ayo kerjakan soal latihan berikut ini!

1. 15 × 4 = ...
2. 12 × 5 = ...
3. 18 × 3 = ...
4. 27 × 3 = ...
5. 23 × 4 = ...

🔑 Kunci Jawaban

1. 60   2. 60   3. 54   4. 81   5. 92

🎬 Video Pembelajaran

📺 SD Kelas 3: Cara Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

Video ini menjelaskan cara menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit secara sederhana.

Atau tonton pada tautan berikut ya:
▶ Tonton di YouTube

📖 Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

1. Pembagian sebagai Kebalikan dari Perkalian

Pembagian adalah cara membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama besar. Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

Contoh cerita: Ibu memiliki 24 butir telur yang akan dimasukkan ke dalam 4 kotak sama banyak. Berapa butir telur di setiap kotak?
24 ÷ 4 = 6
Cara berpikir: karena 6 × 4 = 24, maka 24 ÷ 4 = 6.

2. Teknik Porogapit (Pembagian Bersusun)

Porogapit adalah cara membagi bilangan dengan menuliskannya secara bersusun agar lebih mudah dihitung langkah demi langkah.

Contoh cerita: Bu Guru membagikan 84 buah pensil kepada siswa secara merata ke dalam 4 kelompok. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?
21 ____ 4 | 84 8 --- 04 4 --- 0
Cara berpikir: 8 puluhan dibagi 4 = 2 (tulis di atas), sisa 0. Turunkan angka 4 satuan, 4 dibagi 4 = 1 (tulis di atas). Hasilnya 21 pensil untuk setiap kelompok.

3. Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembagian sering digunakan saat membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.

Contoh: Ayah membeli 96 buah jeruk untuk dibagikan kepada 8 tetangga secara merata. Berapa jeruk yang diterima setiap tetangga? (96 ÷ 8 = 12 jeruk)

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. 36 ÷ 6 = ...
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
Mudah
2. 45 ÷ 5 = ...
a. 8
b. 9
c. 10
d. 7
Sedang
3. 72 ÷ 4 = ...
a. 16
b. 17
c. 18
d. 19
Sedang
4. Sebuah kantong berisi 65 permen akan dibagikan sama rata kepada 5 anak. Setiap anak mendapat ... permen.
a. 12
b. 13
c. 14
d. 15
Sukar
5. Bu Sari membeli 96 buah apel untuk dibagikan sama rata kepada 6 tetangganya. Jumlah apel yang diterima setiap tetangga adalah ...
a. 14
b. 15
c. 16
d. 17

B. Isian Singkat

Mudah
6. 28 ÷ 4 = ____
Sedang
7. 63 ÷ 3 = ____
Sukar
8. Sebuah kandang berisi 84 ekor ayam yang akan dibagi rata ke dalam 4 kandang kecil. Berapa ekor ayam di setiap kandang kecil? ____

C. Esai

Sedang
9. Hitunglah 96 ÷ 8 dengan menggunakan teknik porogapit, tunjukkan langkah-langkahnya!
Sukar
10. Buatlah sebuah soal cerita pembagian bilangan cacah sampai 100 yang berkaitan dengan kegiatan di rumahmu, lalu selesaikan soal tersebut!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b   2. b   3. c   4. b   5. c

Isian Singkat:
6. 7
7. 21
8. 21 ekor ayam

Esai:
9. 96 ÷ 8 = 12 (9 puluhan dibagi 8 = 1 sisa 1, turunkan angka 6 menjadi 16, 16 dibagi 8 = 2, hasil akhir 12)
10. (dinilai berdasarkan kesesuaian soal cerita dengan kegiatan sehari-hari serta ketepatan hasil perhitungan siswa)

🌟 Kesimpulan

Pembagian bilangan cacah sampai 100 dapat dipahami sebagai kebalikan dari perkalian, dan dapat diselesaikan dengan teknik porogapit secara bersusun langkah demi langkah. Keterampilan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham 


🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Kamis, 20 Agustus 2026

MATERI AJAR JUMAT, 21 AGUSTUS 2026

✨ AYO BELAJAR HARI INI ✨

Pembelajaran Harian
Kelas 3 Khalid bin Walid

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS

Nama Guru

Yogi Era Reforma, S.Pd.

Hari / Tanggal

Jumat, 20 Agustus 2026 

Fase / Kelas

Fase B / Kelas III

Mata Pelajaran

Seni Rupa 

Materi

Membuat Bentuk 3D bentuk di sekitar

#

Pertemuan Ke

Kelima

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu Jenis-jenis bentuk dalam berbagai karya seni Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟


 Seni Rupa · Kelas 3

Praktik Membuat Bangun Ruang

dari Jaring-Jaring Kertas 🎨✂️

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenali dan menggunakan unsur-unsur rupa berupa garis, bentuk, tekstur, ruang, dan warna, serta mampu menciptakan karya seni dua dan tiga dimensi menggunakan berbagai teknik dan alat sederhana sesuai dengan gagasan dan imajinasinya.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu menciptakan bangun tiga dimensi dengan bentuk tertentu menggunakan jaring-jaring bangun ruang.
MateriPraktik Membuat Bentuk Sekitar dengan Teknik Jaring-Jaring Bangun Ruang (Kubus, Tabung, Limas, dan Lingkaran)
Alokasi Waktu2 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Project Based Learning (siswa membuat proyek karya tiga dimensi dari jaring-jaring kertas)
Metode: Demonstrasi, ceramah interaktif, praktik langsung (hands-on), dan penugasan proyek berkelompok
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran cara membuat jaring-jaring bangun ruang
• Contoh pola jaring-jaring kubus, tabung, dan limas (bisa dicetak/digambar)
• Kertas karton atau kertas manila berwarna
• Gunting, penggaris, dan lem/selotip
• Pensil dan penghapus untuk menjiplak pola
• Contoh benda nyata (kotak kado, kaleng, topi kerucut) sebagai referensi bentuk

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran cara membuat jaring-jaring bangun ruang Joyful
Mengerjakan soal benar/salah untuk mengingat kembali jenis-jenis bentuk pada pertemuan sebelumnya Mindful
Mengamati pola jaring-jaring kubus, tabung, dan limas, lalu menghubungkannya dengan benda nyata di sekitar Meaningful
Praktik langsung menggunting, melipat, dan merekatkan kertas menjadi bangun tiga dimensi Meaningful
Menghias hasil karya bangun ruang dengan warna atau gambar sesuai kreativitas siswa Joyful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengingat kembali jenis-jenis bentuk (kubistis, silindris, kerucut, bola, dan tak beraturan) dari materi sebelumnya.
  2. Siswa menonton video dan mengamati pola jaring-jaring bangun ruang.
  3. Siswa memahami langkah-langkah membuat bangun ruang dari kertas.
  4. Siswa mempraktikkan langsung membuat salah satu bangun ruang menggunakan jaring-jaring kertas.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya

Ayo ingat kembali! Jawablah Benar atau Salah pada pernyataan berikut.

1. Benda kubistis adalah benda yang menyerupai bentuk kubus atau balok, seperti kotak pensil. (Benar)
2. Gelas dan botol termasuk contoh benda berbentuk kerucut. (Salah)
3. Topi ulang tahun dan terompet tahun baru termasuk contoh bentuk kerucut. (Benar)
4. Bola dan kelereng termasuk contoh benda berbentuk tak beraturan. (Salah)
5. Kaleng susu dan pipa termasuk contoh benda berbentuk silindris. (Benar)
Kubistis
Silindris
Kerucut
Bola

🎬 Video Pembelajaran

📺 Cara Membuat Jaring-Jaring Bangun Ruang Kubus, Balok, Tabung, Kerucut & Limas dari Kertas Karton

Video ini menunjukkan langkah-langkah membuat berbagai bangun ruang dari pola jaring-jaring kertas.

📖 Membuat Bentuk Tiga Dimensi dari Jaring-Jaring Kertas

Jaring-jaring adalah pola bidang datar yang jika dilipat pada garis-garisnya akan membentuk sebuah bangun ruang (bentuk tiga dimensi). Berikut cara sederhana membuatnya:

1. Jaring-Jaring Kubus

Kubus dibuat dari 6 buah persegi yang sama besar, disusun menyerupai bentuk salib, lalu dilipat dan direkatkan.

Langkah: Gambar 6 kotak persegi yang saling terhubung → gunting mengikuti garis luar → lipat setiap garis sambungan → rekatkan sisi-sisinya dengan lem.
Contoh sehari-hari: kotak kado ulang tahun, dadu, dan kotak susu berbentuk kubus.

2. Jaring-Jaring Tabung

Tabung dibuat dari 1 persegi panjang (sisi selimut) dan 2 lingkaran (tutup atas dan bawah).

Langkah: Gambar persegi panjang dan dua lingkaran dengan diameter sama dengan lebar persegi panjang → gunting semua bagian → gulung persegi panjang menjadi tabung → tempelkan lingkaran di kedua ujungnya.
Contoh sehari-hari: kaleng biskuit, tempat pensil bulat, dan kaleng susu.

3. Jaring-Jaring Limas

Limas segi empat dibuat dari 1 persegi (alas) dan 4 segitiga (sisi tegak) yang bertemu di satu titik puncak.

Langkah: Gambar 1 persegi di tengah dan 4 segitiga menempel pada setiap sisinya → gunting mengikuti garis luar → lipat setiap segitiga ke atas hingga bertemu di satu titik → rekatkan sisi-sisinya.
Contoh sehari-hari: atap rumah, kubah kecil, dan model piramida.

4. Bentuk dari Lingkaran (Kerucut dan Bola)

Kerucut dibuat dari 1 lingkaran yang dipotong sebagian dan digulung membentuk kerucut, sedangkan bola biasanya dibuat dari beberapa potongan lingkaran yang direkatkan menyerupai irisan jeruk.

Langkah kerucut: Gambar lingkaran → potong salah satu juring (irisan) → gulung sisi potongan hingga bertemu membentuk kerucut → rekatkan dengan lem.
Contoh sehari-hari: topi ulang tahun, corong, dan caping petani.

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. Jaring-jaring kubus terdiri dari beberapa buah persegi yang sama besar, yaitu sebanyak ...
a. 4 buah
b. 5 buah
c. 6 buah
d. 8 buah
Mudah
2. Bangun ruang yang jaring-jaringnya terdiri dari 1 persegi panjang dan 2 lingkaran adalah ...
a. Kubus
b. Limas
c. Tabung
d. Kerucut
Sedang
3. Jaring-jaring limas segi empat terdiri dari 1 persegi sebagai alas dan beberapa segitiga sebagai sisi tegak, yaitu sebanyak ...
a. 2 segitiga
b. 3 segitiga
c. 4 segitiga
d. 6 segitiga
Sedang
4. Alat yang paling tepat digunakan untuk merekatkan jaring-jaring kertas menjadi bangun ruang adalah ...
a. Penggaris
b. Lem
c. Pensil
d. Penghapus
Sukar
5. Sebuah kerucut dibuat dari selembar kertas berbentuk lingkaran yang salah satu bagiannya dipotong dan digulung. Bentuk awal kertas sebelum digulung tersebut adalah ...
a. Persegi
b. Persegi panjang
c. Lingkaran
d. Segitiga

B. Isian Singkat

Mudah
6. Kotak kado berbentuk kubus dapat dibuat menggunakan jaring-jaring yang terdiri dari bangun datar berbentuk ____.
Sedang
7. Sebutkan dua alat yang dibutuhkan untuk membuat bangun ruang dari kertas!
Sukar
8. Jelaskan langkah membuat jaring-jaring tabung sederhana dari kertas!

C. Esai

Sedang
9. Sebutkan tiga contoh benda di sekitarmu yang bentuknya menyerupai kubus, tabung, atau limas!
Sukar
10. Jika kamu diminta membuat satu bangun ruang dari kertas untuk hiasan kelas, bangun ruang apa yang ingin kamu buat? Jelaskan alasan dan langkah-langkah pembuatannya secara singkat!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. c   2. c   3. c   4. b   5. c

Isian Singkat:
6. Persegi
7. Gunting dan lem (jawaban dapat bervariasi, misalnya juga penggaris dan pensil)
8. Gambar persegi panjang dan dua lingkaran dengan diameter sama dengan lebar persegi panjang, gunting semua bagian, gulung persegi panjang menjadi tabung, lalu tempelkan lingkaran di kedua ujungnya.

Esai: (dinilai berdasarkan ketepatan siswa menyebutkan benda di sekitar sesuai bentuknya pada nomor 9, dan kejelasan alasan serta langkah-langkah yang logis pada nomor 10)

🌟 Kesimpulan

Bangun tiga dimensi seperti kubus, tabung, limas, dan kerucut dapat dibuat menggunakan pola jaring-jaring dari kertas yang dilipat dan direkatkan. Dengan mempraktikkan langsung membuat bangun ruang, siswa dapat lebih memahami bentuk-bentuk yang ada di sekitar mereka sekaligus mengembangkan kreativitas dalam berkarya seni rupa tiga dimensi.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham 



🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh