Electricity Lightning

Rabu, 19 Agustus 2026

MATERI AJAR KAMIS, 20 AGUSTUS 2026

✨ AYO BELAJAR HARI INI ✨

Pembelajaran Harian
Kelas 3 Khalid bin Walid

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

Nama Guru

Yogi Era Reforma, S.Pd.

Hari / Tanggal

 Kamis, 20 Agustus 2026

Fase / Kelas

Fase B / Kelas III

Mata Pelajaran

 Bahasa Indonesia

Materi

 SUMATIF HARIAN PERTAMA

#

Pertemuan Ke

 Ke-9

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti. Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟 


Bahasa Indonesia · Kelas 3✓✎

Sumatif Harian Bahasa Indonesia

Ide Pokok, Tanda Baca, dan Huruf Kapital ✨

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung dalam sebuah teks, serta menerapkan kaidah kebahasaan berupa tanda baca dan huruf kapital secara tepat dalam membaca dan menulis kalimat maupun paragraf sederhana.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu menunjukkan pemahaman tentang ide pokok dan pendukung, tanda baca (titik, tanya, koma, dan seru), dan huruf kapital.
MateriSumatif Harian Bahasa Indonesia
Alokasi Waktu2 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Discovery Learning (siswa mengulas kembali dan menemukan penerapan aturan kebahasaan melalui contoh teks)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, latihan mandiri, dan penugasan asesmen sumatif
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran ide pokok, tanda baca, dan huruf kapital (ditentukan guru)
• Kartu contoh paragraf pendek
• Kartu tanda baca (titik, koma, tanya, seru)
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar soal Sumatif Harian
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang ide pokok, tanda baca, dan huruf kapital Joyful
Mengerjakan soal benar/salah untuk mengingat kembali penggunaan huruf kapital Mindful
Membaca rangkuman materi dan mengamati contoh paragraf sehari-hari untuk menemukan ide pokok dan ide pendukung Meaningful
Berlatih menandai tanda baca yang tepat pada kalimat rumpang Meaningful
Bermain tebak tanda baca menggunakan kartu bergambar Joyful
Mengerjakan soal Sumatif Harian pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengingat kembali aturan penggunaan huruf kapital dari materi sebelumnya.
  2. Siswa menonton video dan membaca rangkuman materi ide pokok, ide pendukung, serta tanda baca.
  3. Siswa berlatih menemukan ide pokok dan ide pendukung dalam contoh paragraf sederhana.
  4. Siswa berlatih menerapkan tanda baca dan huruf kapital yang tepat pada kalimat.
  5. Siswa mengerjakan asesmen Sumatif Harian untuk mengukur pemahaman keseluruhan materi.

🔄 Review Materi Sebelumnya: Huruf Kapital

Ayo ingat kembali! Jawablah Benar atau Salah pada pernyataan berikut.

1. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat. (Benar)
2. Nama orang seperti "budi" boleh ditulis dengan huruf kecil semua. (Salah)
3. Nama kota seperti "Bandar Lampung" ditulis dengan huruf kapital pada setiap kata. (Benar)
4. Nama hari seperti "senin" cukup ditulis dengan huruf kecil. (Salah)
5. Kata "Allah Swt" ditulis dengan huruf kapital sebagai bentuk penghormatan. (Benar)

🎬 Video Pembelajaran



IDE POKOK DAN PARAGRAF


TANDA BACA


HURUF KAPITAL

📖 Rangkuman Materi

1. Ide Pokok dan Ide Pendukung

Setiap paragraf memiliki satu ide pokok, yaitu inti atau gagasan utama yang dibicarakan. Kalimat-kalimat lain yang menjelaskan ide pokok disebut ide pendukung.

Contoh: "Kelinci adalah hewan yang lucu. Bulunya lembut dan berwarna putih. Ia suka makan wortel dan sayuran hijau." Ide pokok paragraf ini adalah "Kelinci adalah hewan yang lucu", sedangkan kalimat lainnya menjadi ide pendukung yang menjelaskan ciri-ciri kelinci.

2. Tanda Baca

Tanda baca digunakan agar kalimat mudah dipahami dan sesuai dengan maksud penulisnya.

.Titik
,Koma
?Tanya
!Seru
• Titik (.) digunakan di akhir kalimat berita. Contoh: "Aku pergi ke sekolah."
• Koma (,) digunakan untuk memisahkan beberapa hal dalam satu kalimat. Contoh: "Aku membeli buku, pensil, dan penghapus."
• Tanda tanya (?) digunakan di akhir kalimat yang menanyakan sesuatu. Contoh: "Siapa namamu?"
• Tanda seru (!) digunakan di akhir kalimat perintah atau seruan. Contoh: "Ayo, cepat berangkat!"

3. Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama orang, nama tempat, nama hari dan bulan, serta nama Tuhan dan kitab suci.

Contoh: "Rani tinggal di Bandar Lampung. Setiap hari Jumat, ia membaca Al-Qur'an bersama keluarganya."

✍️ Asesmen Formatif (Sumatif Harian)

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. Kalimat yang diakhiri dengan tanda baca yang tepat adalah ...
a. Siapa namamu.
b. Siapa namamu?
c. Siapa namamu!
d. Siapa namamu,
Mudah
2. Tanda baca yang digunakan untuk memisahkan beberapa benda dalam satu kalimat adalah ...
a. Titik
b. Tanya
c. Koma
d. Seru
Sedang
3. Bacalah paragraf berikut: "Kucing adalah hewan peliharaan yang populer. Kucing suka bermain dan tidur. Bulunya lembut dan halus." Ide pokok paragraf tersebut adalah ...
a. Kucing suka bermain
b. Kucing adalah hewan peliharaan yang populer
c. Bulunya lembut dan halus
d. Kucing suka tidur
Sedang
4. Penulisan kalimat yang menggunakan huruf kapital dengan benar adalah ...
a. aku pergi ke Sekolah pada hari Senin.
b. Aku pergi ke sekolah pada hari senin.
c. Aku pergi ke sekolah pada hari Senin.
d. Aku Pergi ke Sekolah pada hari senin.
Sukar
5. Kalimat "ayo bantu ibu membersihkan rumah" seharusnya diakhiri dengan tanda baca ... karena termasuk kalimat perintah.
a. Titik
b. Koma
c. Tanya
d. Seru

B. Isian Singkat

Mudah
6. Kalimat berita diakhiri dengan tanda baca ____.
Sedang
7. Perbaiki penulisan kalimat berikut: "hari ini aku belajar di sekolah al azhar."
Sukar
8. Bacalah paragraf berikut: "Bunga matahari memiliki kelopak berwarna kuning cerah. Bunga ini selalu menghadap ke arah matahari. Tanaman ini sering ditanam di halaman rumah." Tuliskan ide pokok paragraf tersebut!

C. Esai

Sedang
9. Tuliskan sebuah kalimat tanya dan sebuah kalimat perintah tentang kegiatan di sekolahmu, lengkap dengan tanda baca yang benar!
Sukar
10. Buatlah sebuah paragraf pendek (3 kalimat) tentang hewan atau tumbuhan kesukaanmu. Gunakan huruf kapital dan tanda baca yang tepat, lalu tunjukkan mana ide pokok dan ide pendukungnya!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b   2. c   3. b   4. c   5. d

Isian Singkat:
6. Titik (.)
7. Hari ini aku belajar di Sekolah Al Azhar.
8. Bunga matahari memiliki kelopak berwarna kuning cerah.

Esai: (dinilai berdasarkan ketepatan penggunaan tanda baca dan huruf kapital pada nomor 9, serta ketepatan siswa membedakan ide pokok dan ide pendukung pada paragraf yang dibuat sendiri di nomor 10)

🌟 Kesimpulan

Setiap paragraf memiliki satu ide pokok yang dijelaskan oleh beberapa ide pendukung. Tanda baca seperti titik, koma, tanda tanya, dan tanda seru digunakan agar kalimat mudah dipahami sesuai maksudnya. Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama orang, nama tempat, nama hari dan bulan, serta nama Tuhan dan kitab suci. Ketiga aturan ini penting agar tulisan kita rapi, jelas, dan mudah dimengerti pembaca.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham 


🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

Selasa, 18 Agustus 2026

MATERI AJAR RABU, 19 AGUSTUS 2026

✨ AYO BELAJAR HARI INI ✨

Pembelajaran Harian
Kelas 3 Khalid bin Walid

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS

Nama Guru

Yogi Era Reforma, S.Pd.

Hari / Tanggal

Rabu, 19 Agustus 2026 

Fase / Kelas

Fase B / Kelas III

Mata Pelajaran

MTK dan Pendidikan Pancasila 

Materi

MTK: perkalian bilangan cacah sampai 1.000

Pendidikan Pancasila: Suku Bangsa di Pulau Bali, NTB/NTT, Papua, Sulawesi, dan Maluku

#

Pertemuan Ke

MTK: kesembilan

IPAS: kedelapan

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟


Pendidikan Pancasila · Kelas 3

Mengenal Suku Bangsa Nusantara

Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku 🌏

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu mengidentifikasi dan menceritakan keragaman suku bangsa, bahasa, dan budaya di berbagai daerah di Indonesia, serta menunjukkan sikap menghargai keberagaman sebagai perwujudan nilai persatuan dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu mengidentifikasi suku bangsa pada Pulau Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku.
MateriKeragaman Suku Bangsa
Alokasi Waktu4 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Discovery Learning (siswa menemukan sendiri informasi suku bangsa melalui pengamatan peta dan video)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, pengamatan peta budaya, diskusi kelompok, dan penugasan
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran keragaman suku bangsa Indonesia
• Peta Indonesia dan kartu nama pulau
• Gambar/kartu pakaian adat dari Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang keragaman suku bangsa Indonesia Joyful
Mengerjakan soal benar/salah untuk mengingat kembali suku bangsa di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan Mindful
Mengamati peta Indonesia dan menempelkan kartu nama suku pada pulau yang sesuai Meaningful
Berdiskusi kelompok mencari ciri khas pakaian adat dari Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku Meaningful
Bermain tebak suku bangsa menggunakan kartu gambar pakaian adat Joyful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengingat kembali suku bangsa di Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan dari materi sebelumnya.
  2. Siswa menonton video dan mengamati peta persebaran suku bangsa di Indonesia bagian tengah dan timur.
  3. Siswa mengidentifikasi nama-nama suku bangsa di Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku.
  4. Siswa mendiskusikan ciri khas budaya dari suku-suku tersebut bersama kelompok.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya

Ayo ingat kembali! Jawablah Benar atau Salah pada pernyataan berikut.

1. Suku Minangkabau berasal dari Pulau Sumatra. (Benar)
2. Suku Dayak berasal dari Pulau Jawa. (Salah)
3. Suku Sunda dan Suku Jawa berasal dari Pulau Jawa. (Benar)
4. Suku Batak berasal dari Pulau Kalimantan. (Salah)
5. Suku Banjar berasal dari Pulau Kalimantan. (Benar)

🎬 Video Pembelajaran

📺 Suku-Suku di Pulau Sumatra, Kalimantan, Maluku, Jawa, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara

Video ini membantu siswa mengenal persebaran suku bangsa di berbagai pulau di Indonesia.
▶ Tonton di YouTube

📖 Suku Bangsa di Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku

🌺 Pulau Bali

Bali dikenal dengan Suku Bali yang memiliki tradisi upacara adat dan seni tari yang khas.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: jika kita bertamasya ke Bali, kita bisa melihat teman-teman memakai pakaian adat saat upacara keagamaan, seperti yang sering muncul di televisi saat liburan sekolah.

⛰️ Pulau Sulawesi

Sulawesi memiliki beragam suku, di antaranya Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Toraja, dan Suku Minahasa.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: rumah adat Tongkonan milik Suku Toraja memiliki atap melengkung yang unik, sering muncul di buku cerita bergambar tentang rumah adat Nusantara.

🌊 NTB dan NTT (Nusa Tenggara Barat dan Timur)

Di NTB terdapat Suku Sasak dan Suku Bima, sedangkan di NTT terdapat Suku Timor, Suku Sumba, dan Suku Flores.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: kain tenun ikat khas Sumba dan Flores sering dipakai sebagai selendang atau taplak meja yang dijual di pasar oleh-oleh.

🦜 Pulau Papua

Papua memiliki banyak suku, di antaranya Suku Asmat, Suku Dani, dan Suku Sentani.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: ukiran kayu khas Suku Asmat sering dijadikan hiasan atau suvenir yang dijual di pameran budaya sekolah.

🌴 Kepulauan Maluku

Maluku memiliki Suku Ambon dan Suku Ternate yang terkenal dengan tarian dan lagu daerahnya.

Contoh dalam kehidupan sehari-hari: lagu daerah "Ambon Manise" mungkin pernah kita dengar dan nyanyikan bersama saat pelajaran seni musik di sekolah.

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. Suku Bali berasal dari Pulau ...
a. Sulawesi
b. Bali
c. Papua
d. Maluku
Mudah
2. Rumah adat Tongkonan merupakan rumah adat milik Suku ...
a. Toraja
b. Sasak
c. Ambon
d. Dani
Sedang
3. Suku Sasak dan Suku Bima berasal dari daerah ...
a. Sulawesi
b. Papua
c. NTB
d. Maluku
Sedang
4. Kain tenun ikat yang terkenal berasal dari Pulau Sumba dan Flores, yaitu bagian dari daerah ...
a. NTT
b. Sulawesi
c. Papua
d. Bali
Sukar
5. Ukiran kayu khas yang terkenal sebagai hasil karya Suku Asmat berasal dari Pulau ...
a. Sulawesi
b. Papua
c. Maluku
d. Bali

B. Isian Singkat

Mudah
6. Suku Bugis dan Suku Makassar berasal dari Pulau ____.
Sedang
7. Sebutkan satu suku bangsa yang berasal dari Kepulauan Maluku!
Sukar
8. Sebutkan dua suku bangsa yang berasal dari Pulau Papua!

C. Esai

Sedang
9. Tuliskan tiga suku bangsa yang telah kamu pelajari hari ini beserta asal pulaunya!
Sukar
10. Mengapa kita harus saling menghargai keragaman suku bangsa yang ada di Indonesia? Jelaskan menurut pendapatmu!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b   2. a   3. c   4. a   5. b

Isian Singkat:
6. Sulawesi
7. Suku Ambon atau Suku Ternate
8. Suku Asmat, Suku Dani, atau Suku Sentani (menyebutkan dua di antaranya)

Esai: (dinilai berdasarkan ketepatan siswa menyebutkan suku bangsa beserta asal pulaunya, dan kelogisan alasan pentingnya menghargai keragaman pada nomor 10)

🌟 Kesimpulan

Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang tersebar di berbagai pulau, termasuk Bali, Sulawesi, NTB/NTT, Papua, dan Maluku, masing-masing dengan ciri khas budaya, pakaian adat, rumah adat, dan kesenian yang berbeda-beda. Keragaman ini adalah kekayaan bangsa yang harus kita syukuri dan hargai bersama sebagai wujud persatuan Indonesia.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru


Kendala PembelajaranSebagian siswa masih kesulitan ...
Tindak Lanjut
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham 


Matematika · Kelas 3×

Ayo Berlatih Perkalian!

Bilangan Cacah sampai 100 ✖️

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu menyelesaikan operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan berbagai strategi, termasuk penjumlahan berulang dan sifat perkalian bilangan puluhan dan satuan, untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 100 (puluhan dan satuan).
MateriPerkalian Bilangan Cacah sampai 100
Alokasi Waktu2 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Problem Based Learning (siswa menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi perkalian)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi dengan alat peraga, latihan soal berjenjang, dan permainan berhitung
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran perkalian bilangan cacah
• Kartu perkalian (tabel perkalian 1-10)
• Kelereng, kancing, atau stik es krim untuk peraga penjumlahan berulang
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang perkalian bilangan cacah Joyful
Mengerjakan 5 soal latihan pengurangan (materi sebelumnya) untuk mengingat teknik meminjam Mindful
Mengamati demonstrasi guru menggunakan kelereng untuk memahami konsep penjumlahan berulang sebagai dasar perkalian Meaningful
Berlatih menyelesaikan soal cerita perkalian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Meaningful
Bermain kuis cepat tepat perkalian menggunakan kartu perkalian berkelompok Joyful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengulang kembali konsep pengurangan dengan meminjam dan tidak meminjam.
  2. Siswa menonton video dan mengamati contoh perkalian bilangan cacah sampai 100.
  3. Siswa memahami konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang melalui alat peraga.
  4. Siswa berlatih menyelesaikan perkalian bilangan satuan dan bilangan puluhan.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya: Pengurangan dengan Meminjam dan Tidak Meminjam

Ayo kerjakan soal latihan berikut ini!

1. 486 − 253 = ...
2. 542 − 178 = ...
3. 675 − 243 = ...
4. 723 − 456 = ...
5. 802 − 356 = ...

🔑 Kunci Jawaban

1. 233   2. 364   3. 432   4. 267   5. 446

🎬 Video Pembelajaran

📺 Perkalian Bilangan Cacah - Matematika Kelas 3 Kurikulum Merdeka
Video ini menjelaskan cara menyelesaikan perkalian bilangan cacah sampai 100 secara sederhana dan bertahap.

📖 Perkalian Bilangan Cacah sampai 100

1. Perkalian sebagai Penjumlahan Berulang

Perkalian adalah cara singkat untuk menjumlahkan bilangan yang sama secara berulang.

Contoh cerita: Ibu membeli 4 kotak telur. Setiap kotak berisi 6 butir telur. Berapa jumlah telur seluruhnya?
4 × 6 = 6 + 6 + 6 + 6 = 24
Cara berpikir: 4 kotak dikalikan 6 butir sama saja dengan menjumlahkan angka 6 sebanyak 4 kali.

2. Perkalian Bilangan Satuan dengan Satuan

Perkalian dua bilangan satuan (1-9) biasanya dihafalkan melalui tabel perkalian.

Contoh cerita: Ani memiliki 7 kantong permen. Setiap kantong berisi 8 permen. Berapa jumlah permen Ani seluruhnya?
7 × 8 = 56

3. Perkalian Bilangan Puluhan dengan Satuan

Perkalian bilangan puluhan dengan satuan dapat diselesaikan dengan mengalikan angka satuan terlebih dahulu, lalu mengalikan angka puluhan.

Contoh cerita: Sebuah kelas terdiri dari 25 siswa. Jika setiap siswa mendapat 3 buah pensil, berapa jumlah pensil yang dibutuhkan seluruhnya?
25 × 3 = (20 × 3) + (5 × 3) = 60 + 15 = 75
Cara berpikir: pecah bilangan 25 menjadi 20 dan 5, kalikan masing-masing dengan 3, lalu jumlahkan hasilnya.

4. Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Perkalian sering digunakan saat menghitung jumlah barang dalam beberapa kelompok, jumlah uang, atau jumlah kursi dalam beberapa baris.

Contoh: Di ruang kelas terdapat 6 baris kursi, setiap baris terdiri dari 5 kursi. Berapa jumlah kursi seluruhnya? (6 × 5 = 30 kursi)

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. 6 × 7 = ...
a. 36
b. 42
c. 48
d. 40
Mudah
2. 8 × 9 = ...
a. 63
b. 81
c. 72
d. 64
Sedang
3. 15 × 4 = ...
a. 45
b. 50
c. 60
d. 55
Sedang
4. Sebuah toko memiliki 12 rak buku. Setiap rak berisi 5 buku. Jumlah buku seluruhnya adalah ...
a. 50
b. 65
c. 55
d. 60
Sukar
5. Bu Rina membagikan permen kepada 23 siswa. Setiap siswa mendapat 4 permen. Jumlah permen yang dibagikan Bu Rina seluruhnya adalah ...
a. 82
b. 92
c. 88
d. 96

B. Isian Singkat

Mudah
6. 9 × 5 = ____
Sedang
7. 18 × 3 = ____
Sukar
8. Sebuah kandang ayam berisi 6 baris kandang kecil. Setiap baris berisi 9 ekor ayam. Berapa jumlah ayam seluruhnya? ____

C. Esai

Sedang
9. Hitunglah 27 × 3 dengan menunjukkan cara memecah bilangan puluhan dan satuan!
Sukar
10. Buatlah sebuah soal cerita perkalian bilangan cacah sampai 100 yang berkaitan dengan kegiatan di rumahmu, lalu selesaikan soal tersebut!

🔑 Kunci Jawaban

Pilihan Ganda:
1. b   2. c   3. c   4. d   5. b

Isian Singkat:
6. 45
7. 54
8. 54 ekor ayam

Esai:
9. 27 × 3 = (20 × 3) + (7 × 3) = 60 + 21 = 81
10. (dinilai berdasarkan kesesuaian soal cerita dengan kegiatan sehari-hari serta ketepatan hasil perhitungan siswa)

🌟 Kesimpulan

Perkalian bilangan cacah sampai 100 dapat dipahami sebagai penjumlahan berulang, dan dapat diselesaikan dengan memecah bilangan puluhan menjadi puluhan dan satuan lalu menjumlahkan hasil perkaliannya. Keterampilan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghitung jumlah barang dalam beberapa kelompok, jumlah kursi dalam beberapa baris, atau jumlah benda yang dibagikan secara merata.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru


Kendala Pembelajaran
Tindak Lanjut
Siswa yang Sudah Paham 
Siswa yang Belum Paham 


🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh