Electricity Lightning

Senin, 07 September 2026

MATERI AJAR IPAS SELASA, 8 SEPTEMBER 2026

 

✨ AYO BELAJAR HARI INI ✨

Pembelajaran Harian
Kelas 3 Khalid bin Walid

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS

Nama Guru

Yogi Era Reforma, S.Pd.

MATA PELAJARAN

IPAS 

HARI / TANGGAL

SELASA, 8 SEPTEMBER 2026

FASE/ KELAS

FASE B/ III

Materi

NILAI-NILAI BAIK DALAM TRADISI

#

Pertemuan Ke

12

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.

Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, yaitu nilai-nilai dalam tradisi Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! 🌟


🏡 Nilai-Nilai dalam Tradisi Keluarga di Indonesia

IPAS • Kelas 3 • Belajar dari Kearifan Budaya Nusantara

📘Identitas Mata Pelajaran

Capaian Pembelajaran (CP 2026)Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenal keberagaman budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang ada di lingkungan keluarga dan masyarakat Indonesia, serta mampu mengidentifikasi nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi tersebut sebagai bagian dari penguatan identitas dan jati diri bangsa dalam Kurikulum Merdeka.
Tujuan Pembelajaran
Siswa mampu mengidentifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi keluarga di Indonesia berdasarkan suku masing-masing.
  • Joyful Menonton video pembelajaran tentang tradisi keluarga di Indonesia.
  • Mindful Membaca cerita tentang tradisi desa di Lampung dengan cermat dan penuh perhatian.
  • Meaningful Mempelajari nilai-nilai dalam berbagai tradisi Indonesia beserta contohnya di berbagai daerah.
  • Joyful Bermain tebak tradisi berdasarkan nilai yang terkandung di dalamnya.
  • Meaningful Berdiskusi tentang tradisi keluarga masing-masing siswa sesuai suku dan daerah asal.
  • Mindful Mengerjakan latihan identifikasi nilai tradisi secara mandiri dan teliti.
Alur Tujuan Pembelajaran
1
Siswa mengulang kembali pemahaman tentang tradisi Indonesia (Bajamba, Sungkeman, Bakar Batu, Maccappi, Baayun Maulid) melalui soal review.
2
Siswa menonton video dan menyimak penjelasan tentang tradisi keluarga di Indonesia.
3
Siswa membaca cerita tentang tradisi desa di Lampung dan menjawab pertanyaan pemahaman bacaan.
4
Siswa mempelajari berbagai nilai yang terkandung dalam tradisi Indonesia beserta contoh tradisinya masing-masing.
5
Siswa berdiskusi tentang tradisi keluarga masing-masing berdasarkan suku dan daerah asal.
6
Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman tentang nilai-nilai tradisi.
Model & Metode PembelajaranModel: Discovery Learning — siswa menemukan sendiri nilai-nilai luhur melalui cerita dan diskusi tentang tradisi.
Metode: Bercerita (storytelling), tanya jawab, diskusi kelompok, dan penugasan.

🔄Pembukaan: Review Materi Sebelumnya

Ayo ingat kembali tradisi-tradisi di Indonesia yang sudah kita pelajari: Bajamba, Sungkeman, Bakar Batu, Maccappi, dan Baayun Maulid!

1. Tradisi makan bersama dalam satu wadah besar yang berasal dari Sumatera Barat disebut ....
A. Sungkeman
B. Bajamba
C. Bakar Batu
D. Maccappi
2. Tradisi sungkem kepada orang tua sebagai tanda hormat biasa dilakukan masyarakat ....
A. Jawa
B. Papua
C. Bugis
D. Banjar
3. Tradisi memasak makanan menggunakan batu yang dipanaskan berasal dari ....
A. Sumatera Barat
B. Jawa
C. Kalimantan
D. Papua
4. Upacara Baayun Maulid biasa dilakukan oleh masyarakat suku ....
A. Jawa
B. Bugis
C. Banjar
D. Minang
5. Tradisi Maccappi berkaitan dengan prosesi ... dalam budaya Bugis.
A. panen raya
B. pernikahan
C. kelahiran
D. kematian
🔑 Lihat Kunci Jawaban

1. B    2. A    3. D    4. C    5. B

🎬Inti Pembelajaran: Video dan Penjelasan

 Nilai-nilai tradisi di Indonesia:

Cerita: Tradisi Sakai Sambayan di Desa Lampung

Kebersamaan di Desa Suka Damai

Di sebuah desa yang asri di Provinsi Lampung, hiduplah warga yang masih menjaga erat tradisi turun-temurun dari nenek moyang mereka. Desa itu bernama Desa Suka Damai. Setiap kali ada warga yang akan membangun rumah atau menuai padi di sawah, seluruh warga desa akan berkumpul untuk saling membantu tanpa mengharapkan imbalan. Tradisi ini dikenal dengan nama Sakai Sambayan, yang dalam bahasa Lampung berarti tolong-menolong.

Pada suatu pagi, Pak Herman hendak membangun rumah baru untuk keluarganya. Tanpa diminta, para tetangga datang membawa peralatan masing-masing seperti cangkul, gergaji, dan bambu. Ibu-ibu memasak makanan bersama di dapur umum untuk disantap seluruh warga yang bekerja. Anak-anak pun ikut membantu hal-hal ringan sambil bermain riang. Dalam waktu tiga hari, rumah Pak Herman pun selesai dibangun berkat kerja sama seluruh warga desa.

Tradisi Sakai Sambayan mengandung nilai gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama. Tradisi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena meringankan beban pekerjaan, mempererat tali persaudaraan antarwarga, dan menciptakan kehidupan desa yang rukun serta harmonis. Itulah sebabnya, warga Desa Suka Damai terus menjaga tradisi ini agar tetap lestari hingga generasi berikutnya.

🧐 Yuk, Jawab Pertanyaan Berikut!
  1. Apa nama tradisi yang dijaga oleh warga Desa Suka Damai?
  2. Apa yang dilakukan warga ketika Pak Herman membangun rumah?
  3. Sebutkan satu nilai yang terkandung dalam tradisi Sakai Sambayan!

Jawaban: 1) Sakai Sambayan. 2) Warga bergotong royong membantu membawa alat, membangun rumah, dan memasak bersama. 3) Gotong royong / kebersamaan / kepedulian terhadap sesama.

Nilai-Nilai dalam Tradisi Indonesia

Setiap tradisi di Indonesia memiliki nilai luhur yang berbeda-beda. Berikut beberapa contohnya:

Nilai Gotong Royong — kerja sama saling membantu tanpa pamrih. Contoh: Sakai Sambayan (Lampung), Bakar Batu (Papua).

Nilai Hormat kepada Orang Tua — sikap sopan dan berbakti kepada orang tua. Contoh: Sungkeman (Jawa). 

Nilai Kebersamaan — mempererat persaudaraan melalui kegiatan bersama. Contoh: Bajamba (Sumatera Barat).

Nilai Kesucian Diri — membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum acara penting. Contoh: Maccappi (Bugis, Sulawesi Selatan). 

Nilai Religius dan Rasa Syukur — ungkapan syukur kepada Tuhan atas berkat yang diterima. Contoh: Baayun Maulid (Banjar, Kalimantan Selatan). 

Penutup: Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

1. Tradisi Sakai Sambayan berasal dari provinsi ....Mudah
A. Jawa
B. Lampung
C. Bali
D. Papua
2. Nilai yang terkandung dalam tradisi gotong royong adalah ....Mudah
A. individualisme
B. persaingan
C. kerja sama
D. kesombongan
3. Tradisi Sungkeman mengajarkan nilai ....Sedang
A. hormat kepada orang tua
B. kerja sama
C. kebersihan diri
D. keberanian
4. Manfaat tradisi gotong royong bagi masyarakat desa adalah ....Sedang
A. membuat pekerjaan lebih berat
B. membuat warga saling bermusuhan
C. meringankan pekerjaan dan mempererat persaudaraan
D. menghabiskan banyak biaya
5. Berdasarkan cerita Desa Suka Damai, mengapa tradisi Sakai Sambayan penting untuk terus dijaga?Sukar
A. karena mahal biayanya
B. karena hanya dilakukan sekali seumur hidup
C. karena diwajibkan pemerintah
D. karena mempererat persaudaraan dan meringankan pekerjaan warga

B. Isian Singkat

6. Tradisi Bajamba berasal dari provinsi ______. Mudah
7. Nilai yang terkandung dalam tradisi Bakar Batu adalah ______. Sedang
8. Sebutkan satu tradisi keluarga di rumahmu beserta nilai yang terkandung di dalamnya! Sukar

C. Esai

9. Jelaskan mengapa tradisi gotong royong penting bagi kehidupan masyarakat! Sedang
10. Ceritakan dengan kata-katamu sendiri satu tradisi keluarga di daerahmu, sebutkan nilai yang terkandung, dan jelaskan manfaatnya bagi masyarakat! Sukar

🌟Kesimpulan

Hari ini kita belajar tentang nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai tradisi keluarga di Indonesia, seperti gotong royong dalam tradisi Sakai Sambayan di Lampung, hormat kepada orang tua dalam Sungkeman, dan kebersamaan dalam Bajamba. Setiap tradisi mengajarkan nilai luhur yang bermanfaat bagi kehidupan bermasyarakat. Dengan memahami dan menghargai tradisi keluarga masing-masing, siswa diharapkan semakin bangga dengan keberagaman budaya Indonesia.

🧑‍🏫Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran...
Tindak LanjutMemberikan ..


🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh

MATERI AJAR MATEMATIKA SELASA, 8 SEPTEMBER 2026

 

✨ AYO BELAJAR HARI INI ✨

Pembelajaran Harian
Kelas 3 Khalid bin Walid

Kurikulum Merdeka · SD Al Azhar 1 Bandar Lampung

IDENTITAS

Nama Guru

Yogi Era Reforma, S.Pd.

Hari / Tanggal

Selasa, 8 September 2026 

Fase / Kelas

Fase B / Kelas III

Mata Pelajaran

MATEMATIKA 

Materi


PEMBAGIAN BILANGAN CACAH SAMPAI 100

#

Pertemuan Ke

13

Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.

Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.



Matematika · Kelas 3÷

Ayo Berlatih Pembagian!

Bilangan Cacah sampai 100 dengan Porogapit ➗

📋 Identitas Pembelajaran

Capaian PembelajaranPada akhir Fase B, peserta didik mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan berbagai strategi, termasuk pembagian bersusun (porogapit) tanpa sisa, sebagai kebalikan dari operasi perkalian, untuk menyelesaikan masalah sehari-hari.
Tujuan PembelajaranSiswa mampu menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit tanpa sisa.
MateriPembagian Bilangan Cacah sampai 100
Alokasi Waktu3 x 35 menit
Model dan Metode PembelajaranModel: Problem Based Learning (siswa menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pembagian)
Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi teknik porogapit, latihan soal berjenjang, dan permainan berhitung
Media dan Alat Peraga• Video pembelajaran pembagian bilangan cacah dengan porogapit
• Kartu perkalian sebagai bantuan (tabel perkalian 1-10)
• Kelereng, kancing, atau stik es krim untuk peraga pembagian merata
• Proyektor/laptop untuk menayangkan video
• Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
• Papan tulis dan spidol warna-warni

🌈 Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran

Menonton video pembelajaran tentang pembagian dengan teknik porogapit Joyful
Mengerjakan 5 soal latihan perkalian (materi sebelumnya) untuk mengingat teknik memecah bilangan puluhan Mindful
Mengamati demonstrasi guru membagi kelereng secara merata untuk memahami konsep pembagian Meaningful
Berlatih menyelesaikan soal cerita pembagian yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari Meaningful
Bermain kuis cepat tepat pembagian menggunakan kartu perkalian berkelompok Joyful
Mengerjakan kuis pilihan ganda, isian, dan esai secara mandiri Mindful

🧭 Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

  1. Siswa mengulang kembali konsep perkalian bilangan puluhan dengan satuan.
  2. Siswa menonton video dan mengamati contoh pembagian bilangan cacah sampai 100.
  3. Siswa memahami konsep pembagian sebagai kebalikan dari perkalian melalui alat peraga.
  4. Siswa berlatih menyelesaikan pembagian dengan teknik porogapit tanpa sisa.
  5. Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.

🔄 Review Materi Sebelumnya: Perkalian Bilangan Cacah (Puluhan dengan Satuan)

Ayo kerjakan soal latihan berikut ini!

1. 15 × 4 = ...
2. 12 × 5 = ...
3. 18 × 3 = ...
4. 27 × 3 = ...
5. 23 × 4 = ...

🔑 Kunci Jawaban

1. 60   2. 60   3. 54   4. 81   5. 92

🎬 Video Pembelajaran

📺 SD Kelas 3: Cara Pembagian Bilangan Cacah Sampai 100

Video ini menjelaskan cara menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit secara sederhana.

Atau tonton pada tautan berikut ya:
▶ Tonton di YouTube

📖 Pembagian Bilangan Cacah sampai 100

1. Pembagian sebagai Kebalikan dari Perkalian

Pembagian adalah cara membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama besar. Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.

Contoh cerita: Ibu memiliki 24 butir telur yang akan dimasukkan ke dalam 4 kotak sama banyak. Berapa butir telur di setiap kotak?
24 ÷ 4 = 6
Cara berpikir: karena 6 × 4 = 24, maka 24 ÷ 4 = 6.

2. Teknik Porogapit (Pembagian Bersusun)

Porogapit adalah cara membagi bilangan dengan menuliskannya secara bersusun agar lebih mudah dihitung langkah demi langkah.

Contoh cerita: Bu Guru membagikan 84 buah pensil kepada siswa secara merata ke dalam 4 kelompok. Berapa pensil yang diterima setiap kelompok?
21 ____ 4 | 84 8 --- 04 4 --- 0
Cara berpikir: 8 puluhan dibagi 4 = 2 (tulis di atas), sisa 0. Turunkan angka 4 satuan, 4 dibagi 4 = 1 (tulis di atas). Hasilnya 21 pensil untuk setiap kelompok.

3. Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari

Pembagian sering digunakan saat membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.

Contoh: Ayah membeli 96 buah jeruk untuk dibagikan kepada 8 tetangga secara merata. Berapa jeruk yang diterima setiap tetangga? (96 ÷ 8 = 12 jeruk)

✍️ Asesmen Formatif

A. Pilihan Ganda

Mudah
1. 36 ÷ 6 = ...
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
Mudah
2. 35 ÷ 5 = ...
a. 8
b. 9
c. 10
d. 7
Sedang
3. 36 ÷ 4 = ...
a. 8
b. 9
c. 6
d. 7
Sedang
4. Sebuah kantong berisi 60 permen akan dibagikan sama rata kepada 15 anak. Setiap anak mendapat ... permen.
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
Sukar
5. Bu Sari membeli 42 buah apel untuk dibagikan sama rata kepada 6 tetangganya. Jumlah apel yang diterima setiap tetangga adalah ...
a. 4
b. 5
c. 6
d. 7

B. Isian Singkat

Mudah
6. 28 ÷ 4 = ____
Sedang
7. 63 ÷ 3 = ____
Sukar
8. Sebuah kandang berisi 84 ekor ayam yang akan dibagi rata ke dalam 4 kandang kecil. Berapa ekor ayam di setiap kandang kecil? ____

C. Esai

Sedang
9. Hitunglah 96 ÷ 8 dengan menggunakan teknik porogapit, tunjukkan langkah-langkahnya!
Sukar
10. Buatlah sebuah soal cerita pembagian bilangan cacah sampai 100 yang berkaitan dengan kegiatan di rumahmu, lalu selesaikan soal tersebut!

🌟 Kesimpulan

Pembagian bilangan cacah sampai 100 dapat dipahami sebagai kebalikan dari perkalian, dan dapat diselesaikan dengan teknik porogapit secara bersusun langkah demi langkah. Keterampilan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.

📝 Refleksi Pembelajaran Guru

Kendala Pembelajaran..
Tindak Lanjut..



🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh