Electricity Lightning

Selasa, 19 Mei 2026

📅 Selasa, 19 Mei 2026
⭐ Pembelajaran Kelas 3
Selamat Belajar, Anak Hebat! 🎒
Guru PengampuYogi Era Reforma, S.Pd.
IPAS — Pengaruh Keadaan Daerah Dataran Tinggi/Rendah Terhadap Kebudayaan
MATEMATIKA — Latihan Soal Menghitung Data pada Tabel
📚
Muatan Pembelajaran
Materi yang dipelajari hari ini
1. ilmu pengetahuan alam dan sosial (ipas)
Kebudayaan di Daerah Dataran Tinggi dan Rendah
2. Matematika
Latihan Soal Menghitung Data pada Tabel
Tujuan Pembelajaran (TP)
Yang ingin dicapai pada pertemuan ini
1. Ilmu pengetahuan alam dan sosial (ipas)
Melalui pengamatan foto/video peserta didik dapat: (a) mengidentifikasi kebudayaan masyarakat pada ragam bentang alam; (b) Meneri khusus dan cara hidup manusia pada dataran rendah (c) menghayati nilai-nilai perbedaan sebagai bentuk rasa syukur atas ciptaan Tuhan
2. MATEMATIKA
Menggunakan data rumpang, peserta didik dapat: (a) menganalasis data tidak lengkap pada tabel; (b) menghitung data keseluruhan dengan tepat; (c) menarik kesimpulan sederhana berdasarkan data tabel.
🧩
Strategi Pembelajaran
Metode & alat peraga yang digunakan
⚗️ Metode Pembelajaran
SaintifikDiscovery LearningTanya JawabPenugasanObservasiStudi PustakaR.E.M
🛠️ Alat Peraga
PPT / ModulMedia GambarLingkungan SekitarTabel
👋
Assalamualaikum Warrahmatullohi Wabarokatuh
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
Selamat pagi, anak shalih dan shalihah! 🌟
Hari ini kita akan kembali belajar bersama dengan semangat yang membara. Sebelum menyimak pembelajaran di bawah ini, silakan persiapkan diri terlebih dahulu ya! 😊
🕌  Jangan lupa untuksalat Duhadanmurojaahterlebih dahulu sebelum belajar!

💭  Masih ingatkah kamu tentang materi sebelumnya? Yaps betul pada pertemuan IPAS sebelumnya anak-anak semua sudah belajar mengenai adaptasi manusia pada daerah dataran tinggi . Hari ini kita akan melanjutkan materi untuk bentuk adaptasi manusia pada daerah dataran rendah. Sedangkan pada mata pelajaran matematika kita juga sudah belajar tentang membuat data tabel dalam bentuk turus. Hari ini kita akan mendalami kedua materi tersebut ya.   


🏔️🌾🏛️🎶
IPAS · KELAS 3 SD · KURIKULUM MERDEKA

Pengaruh Bentang Alam
terhadap Kebudayaan Manusia

Bagaimana alam membentuk rumah adat, pakaian, makanan, dan seni budaya kita?

Mengapa Alam Memengaruhi Kebudayaan?

Kebudayaan adalah segala sesuatu yang diciptakan manusia — termasuk rumah, pakaian, makanan, dan kesenian. Sejak zaman dahulu, manusia menciptakan budaya dengan menyesuaikan diri terhadap alam tempat tinggalnya.

Masyarakat yang tinggal di dataran tinggi (pegunungan) menciptakan budaya yang berbeda dari masyarakat yang tinggal di dataran rendah (pesisir dan lembah). Perbedaan iklim, bahan alam, dan kondisi geografis itulah yang melahirkan kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam!

🏔️ DATARAN TINGGI🌾 DATARAN RENDAH🏠 Atap curam/runcing👘 Kain tebal/wol🍵 Teh/kopi hangat🎵 Alat musik bambu🏠 Rumah panggung👗 Batik/songket🐟 Ikan/hasil laut🥁 Alat musik kayu

Pengaruh Dataran Tinggi terhadap Kebudayaan

Di dataran tinggi, udara dingin, curah hujan tinggi, dan bahan alam berupa kayu, bambu, serta tanah liat membentuk ciri khas kebudayaan yang unik. Alam pegunungan mendorong masyarakatnya untuk menciptakan budaya yang kuat, hangat, dan penuh kebersamaan.

🏠
Rumah Adat
Atap tinggi, curam, dan runcing agar air hujan mengalir cepat. Dinding tebal dari kayu atau batu untuk menahan angin dingin. Beberapa rumah punya loteng penyimpan panas dan ruang tengah untuk berkumpul.
👘
Pakaian Adat
Pakaian adat di dataran tinggi cenderung berlapis, tebal, dan menutupi seluruh tubuh. Bahan dari kain tenun tebal, wol, atau kulit binatang. Motif pakaiannya kaya ornamen yang melambangkan keberanian dan alam pegunungan.
🍲
Makanan Tradisional
Makanan didominasi oleh sayuran pegunungan, umbi-umbian, dan hidangan berkuah panas untuk menghangatkan tubuh. Bahan pangan berasal dari hasil kebun di lereng gunung. Rempah-rempah digunakan banyak untuk menghasilkan kehangatan.
🎶
Kesenian & Upacara
Alat musik dari bambu dan kayu hutan seperti seruling, kolintang, dan tifa. Upacara adat banyak berkaitan dengan panen hasil kebun, penghormatan leluhur, dan doa memohon kesuburan lahan pegunungan.
🏔️

Minangkabau — Sumatera Barat

📍 Dataran tinggi Bukit Barisan · Udara sejuk dan lembap

🏠
Rumah Gadang
Atap melengkung runcing menyerupai tanduk kerbau (gonjong). Dibuat tinggi dan berkolong untuk ventilasi udara dingin yang baik. Terbuat dari kayu hutan tebal yang kokoh.
👘
Pakaian Adat Bundo Kanduang
Pakaian berlapis dengan penutup kepala tinggi (tingkuluak) berbentuk tanduk. Kain songket tebal bermotif indah mencerminkan status dan keanggunan wanita Minang.
🍲
Rendang & Gulai
Rendang — masakan daging dengan rempah berlimpah yang dimasak lama — lahir dari kebutuhan akan makanan tahan lama dan menghangatkan di pegunungan. Gulai juga kaya santan dan rempah.
🎶
Talempong & Saluang
Talempong (gong kecil dari perunggu) dan Saluang (seruling bambu) adalah alat musik khas. Upacara Tabuik dan Batagak Pangulu berkaitan erat dengan tradisi pegunungan.
⛰️

Tongkonan — Toraja, Sulawesi Selatan

📍 Pegunungan Sulawesi · Ketinggian 700–1.000 mdpl

🏠
Rumah Tongkonan
Atap melengkung dan menjulang ke atas-bawah seperti perahu terbalik. Seluruhnya terbuat dari kayu pilihan hutan Sulawesi. Dihiasi ukiran merah-hitam-kuning bermakna spiritual dan status sosial.
👘
Pakaian Adat Toraja
Pakaian adat berupa kain tenun motif Pa'piong berwarna merah dan hitam. Pada upacara adat dipakai penutup kepala dari tanduk kerbau atau hiasan bulu sebagai simbol kebanggaan.
🍖
Pa'piong & Babi Panggang
Pa'piong — daging (babi, ayam, atau ikan) dimasak dalam bambu bersama rempah khas. Kerbau dan babi menjadi makanan penting dalam upacara adat sebagai simbol kemakmuran di pegunungan.
🎶
Upacara Rambu Solo'
Rambu Solo' adalah upacara kematian terbesar di dunia — memotong ratusan kerbau dan babi. Alat musik Pa'bas (gendang) mengiringi tarian Ma'badong yang dilantunkan sepanjang malam.
🌋

Honai — Papua Pegunungan

📍 Lembah Baliem · Ketinggian 1.600 mdpl · Sangat dingin

🏠
Rumah Honai
Rumah bulat rendah beratap jerami berbentuk kerucut yang sangat tebal untuk menjebak panas. Tidak ada jendela agar udara dingin tidak masuk. Pintu sangat kecil — hanya bisa dimasuki dengan membungkuk.
👘
Koteka & Rok Serat
Pria Dani memakai koteka (tabung labu kering). Wanita memakai rok dari serat tumbuhan. Tubuh dilumuri lemak babi untuk menghangatkan diri dari hawa dingin yang ekstrem di pegunungan Papua.
🍠
Hipere (Ubi Jalar)
Hipere atau ubi jalar adalah makanan pokok utama suku Dani. Ditanam di ladang pegunungan dan dibakar atau dikukus. Babi juga menjadi makanan penting dan simbol kekayaan dalam adat Papua.
🎶
Tifa & Perang Suku
Tifa (gendang dari kayu dan kulit binatang) mengiringi upacara dan perang suku. Festival Lembah Baliem dirayakan tiap tahun dengan peragaan perang-perangan (Perang Suku) sebagai tradisi persaudaraan.

Pengaruh Dataran Rendah terhadap Kebudayaan

Di dataran rendah, udara panas, banyak sungai dan laut, serta melimpahnya kayu bakau dan rotan mendorong terbentuknya kebudayaan yang terbuka, kaya warna, dan banyak dipengaruhi jalur perdagangan. Karena mudah dijangkau, budaya dataran rendah sering bertemu dan bercampur dengan budaya dari luar.

🏠
Rumah Adat
Rumah panggung atau berkolong tinggi untuk menghindari banjir dan binatang buas. Jendela lebar dan banyak ventilasi agar angin bisa masuk. Atap landai dari daun nipah atau seng untuk menghadapi panas terik.
👗
Pakaian Adat
Pakaian adat cenderung ringan, berbahan tenun atau batik halus, dan dihiasi warna-warna cerah. Songket dari Sumatera dan batik dari Jawa dipengaruhi perdagangan rempah yang membawa benang emas dan teknik pewarnaan.
🐟
Makanan Tradisional
Makanan didominasi oleh ikan, hasil laut, dan beras sebagai bahan utama. Banyak makanan yang digoreng, dipanggang, atau dimasak dengan santan. Pengaruh pedagang asing menghasilkan perpaduan rasa yang kaya.
🎶
Kesenian & Upacara
Alat musik dari kayu, kulit binatang, dan logam seperti gendang, gamelan, dan rebana. Upacara adat banyak berhubungan dengan panen padi, perahu, dan laut. Pengaruh Hindu-Buddha dan Islam terlihat jelas dalam seni dan upacara.
🌾

Betawi — Jakarta & Sekitarnya

📍 Dataran rendah pesisir utara Jawa · Pusat perdagangan dan pertemuan budaya

🏠
Rumah Kebaya (Bapang)
Rumah beratap dua lapis (kebaya) dengan teras lebar sebagai tempat berkumpul. Banyak ventilasi dan jendela besar untuk sirkulasi udara panas. Dinding kayu ringan khas pesisir dan budaya multikultural Betawi.
👗
Pakaian Sadariah & Kebaya Encim
Pria Betawi memakai baju sadariah + peci (pengaruh Arab-Melayu). Wanita memakai kebaya encim (pengaruh Tionghoa) dengan kain batik Betawi bermotif flora yang berwarna cerah dan khas.
🍜
Kerak Telor & Soto Betawi
Kerak telor (beras ketan, telor, ebi, serundeng) mencerminkan perpaduan budaya pesisir. Soto Betawi berkuah santan kental khas iklim panas pesisir yang membutuhkan makanan bergizi tinggi.
🎶
Gambang Kromong & Ondel-Ondel
Gambang Kromong — perpaduan alat musik Melayu dan Tionghoa. Ondel-ondel (boneka raksasa) diarak dalam perayaan sebagai simbol tolak bala. Lenong dan tanjidor adalah kesenian khas perdagangan pesisir.
🌊

Palembang — Sumatera Selatan

📍 Tepi Sungai Musi, dataran rendah Sumatera · Bekas pusat Kerajaan Sriwijaya

🏠
Rumah Limas
Rumah panggung berundak (limas) di atas tiang tinggi — dibangun di tepi Sungai Musi untuk menghindari banjir musiman. Dinding anyaman bambu dengan banyak lubang angin menghadapi udara panas dan lembap.
👗
Aesan Gede & Songket Palembang
Aesan Gede — pakaian adat pengantin Palembang yang mewah berlapis emas. Songket Palembang ditenun dengan benang emas dan perak, mencerminkan kejayaan perdagangan Sriwijaya di jalur sungai dan laut.
🐟
Pempek & Tekwan
Pempek — olahan ikan sungai (belida/gabus) dicampur sagu, menunjukkan ketersediaan ikan melimpah di Sungai Musi. Tekwan adalah sup ikan khas Palembang. Produk ikan olahan juga menjadi komoditas perdagangan.
🎶
Gong & Tari Gending Sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya adalah tari penyambutan tamu agung menggunakan tepak sirih emas. Alat musik gong, gitar Melayu, dan gambus mencerminkan pengaruh perdagangan Arab dan Hindu di pesisir Sumatera.
🌴

Banjar & Melayu — Kalimantan Selatan

📍 Lembah Sungai Barito & pesisir · Dataran rendah rawa dan sungai besar

🏠
Rumah Bubungan Tinggi
Rumah panggung berkolong sangat tinggi (2–3 meter) di atas air rawa/sungai. Atap berbentuk pelana curam (bubungan tinggi). Kolong digunakan untuk aktivitas air — mengikat perahu, mencuci, dan sebagai sirkulasi udara.
👗
Baju Pengantin Babaju Kun
Pakaian adat pengantin Banjar disebut Babaju Kun Galung Pacinan — baju berwarna hijau atau kuning emas dengan sulaman benang emas. Sarat pengaruh Islam dan Melayu dari jalur perdagangan sungai Kalimantan.
🍛
Soto Banjar & Nasi Kuning
Soto Banjar — sup ayam bening dengan ketupat, mencerminkan kekayaan pertanian dan peternakan dataran rendah. Nasi Kuning dengan lauk ikan haruan (ikan gabus) adalah makanan khas perayaan masyarakat Banjar.
🎶
Panting & Mamanda
Panting (alat musik petik Banjar, mirip gambus kecil) dimainkan dalam pertunjukan musik Banjar. Mamanda adalah teater tradisional rakyat Banjar yang mengisahkan kehidupan kerajaan dengan hiburan dan humor.
Ringkasan Perbandingan

🏔️ Dataran Tinggi

  • Rumah adat beratap curam & runcing
  • Pakaian tebal berlapis, kain tenun bermotif alam
  • Makanan berkuah panas, rempah kuat, umbi-umbian
  • Alat musik bambu & kayu, upacara panen & leluhur
  • Contoh: Minangkabau, Toraja, Honai Papua

🌾 Dataran Rendah

  • Rumah panggung berkolong, banyak ventilasi
  • Pakaian ringan, songket & batik, warna cerah
  • Makanan berbahan ikan, beras, pengaruh luar negeri
  • Alat musik logam & gambus, seni tari penyambutan
  • Contoh: Betawi, Palembang, Banjar, Melayu

Soal Latihan Pilihan Ganda

📝 Petunjuk Mengerjakan

Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan menuliskan huruf A, B, C, atau D!
1Mudah🏔️ Dataran Tinggi
Rumah adat khas dataran tinggi biasanya memiliki atap yang curam dan runcing. Tujuan dari bentuk atap tersebut adalah….
AAgar rumah terlihat lebih mewah dan besar
BAgar air hujan cepat mengalir turun dan tidak menggenang
CAgar angin laut bisa masuk ke dalam rumah
DAgar rumah tahan terhadap gempa bumi
2Mudah🏔️ Minangkabau
Rumah adat Minangkabau disebut Rumah Gadang. Ciri khas atapnya adalah….
ABulat seperti kerucut dari jerami tebal
BDatar dan terbuat dari beton
CMelengkung runcing seperti tanduk kerbau (gonjong)
DBerbentuk pelana rendah dari daun kelapa
3Mudah🌾 Dataran Rendah
Masyarakat yang tinggal di dataran rendah dekat sungai sering membangun rumah panggung (berkolong tinggi). Alasan utamanya adalah….
AAgar rumah terlihat lebih tinggi dari rumah tetangga
BAgar udara di dalam rumah menjadi lebih dingin
CUntuk menghindari banjir dan kelembapan tanah
DAgar rumah kuat menahan angin gunung yang kencang
4Mudah🌾 Palembang
Makanan khas Palembang yang terbuat dari ikan sungai dan sagu adalah….
ARendang
BPempek
CSoto Banjar
DPa'piong
5Sedang🏔️ Papua
Rumah Honai milik suku Dani di Papua Pegunungan tidak memiliki jendela. Alasan yang paling tepat adalah….
AKarena kaca jendela belum tersedia di Papua
BAgar panas di dalam rumah tidak keluar dan udara dingin tidak masuk
CAgar rumah terlihat lebih kokoh dan modern
DKarena tidak ada pohon yang bisa dijadikan bahan jendela
6Sedang🏔️ Toraja
Makanan Pa'piong dari Toraja dimasak di dalam bambu. Cara memasak ini berhubungan dengan kondisi alam dataran tinggi karena….
ADi dataran tinggi tidak ada minyak goreng sehingga harus memakai bambu
BBambu adalah bahan yang paling murah di Indonesia
CBambu banyak tumbuh di pegunungan dan cara ini menghasilkan makanan panas yang cocok untuk iklim dingin
DMemasak dalam bambu adalah tradisi dari luar negeri yang dibawa pedagang
7Sedang🌾 Betawi
Kesenian Gambang Kromong dari Betawi merupakan perpaduan alat musik Melayu dan Tionghoa. Hal ini terjadi karena….
AOrang Betawi tidak bisa membuat alat musik sendiri
BJakarta sebagai dataran rendah pesisir menjadi tempat pertemuan berbagai budaya melalui jalur perdagangan
CPemerintah memerintahkan warga Betawi untuk menggunakan alat musik asing
DAlat musik lokal Betawi rusak terkena banjir sehingga diganti dengan alat musik asing
8Sedang⚖️ Perbandingan
Perbedaan pakaian adat masyarakat dataran tinggi dan dataran rendah yang paling tepat adalah….
ADataran tinggi memakai pakaian ringan tipis; dataran rendah memakai pakaian tebal berlapis
BDataran tinggi memakai pakaian tebal berlapis; dataran rendah memakai kain tipis ringan seperti songket dan batik
CKeduanya memakai pakaian yang sama persis karena sama-sama di Indonesia
DDataran rendah tidak memiliki pakaian adat karena terpengaruh budaya asing
9Sulit⚖️ Analisis
Perhatikan pernyataan berikut:
"Rendang Minangkabau dibuat dengan banyak rempah dan dimasak sangat lama hingga kering. Cara ini membuat rendang bisa tahan lama tanpa basi."
Hubungan antara cara memasak rendang dan kondisi geografis Minangkabau yang paling tepat adalah….
AMinangkabau di dataran tinggi sering dilanda banjir sehingga makanan harus tahan lama
BDi dataran tinggi banyak tersedia rempah, dan makanan tahan lama diperlukan karena medan pegunungan sulit untuk berdagang setiap hari
COrang Minangkabau memasak lama karena kayu bakar di pegunungan sangat langka
DRendang dibuat agar bisa dijual ke luar negeri karena memiliki nilai ekonomi tinggi
10Sulit⚖️ Analisis Mendalam
Perhatikan tabel perbandingan budaya berikut:
Suku A: tinggal di lembah sungai besar, rumah panggung, makanan utama ikan dan beras, pakaian berbahan sutra tipis, alat musik gambus.
Suku B: tinggal di lereng gunung, rumah dinding kayu tebal tanpa jendela, makanan utama ubi dan daging, tubuh dilumuri lemak, alat musik dari bambu.

Berdasarkan data tersebut, kesimpulan yang paling tepat adalah….
ASuku A tinggal di dataran tinggi dan Suku B tinggal di dataran rendah
BKeduanya tinggal di dataran rendah namun dengan kebiasaan yang berbeda
CSuku A tinggal di dataran rendah dan Suku B tinggal di dataran tinggi — keduanya beradaptasi budaya sesuai kondisi alam masing-masing
DTidak ada hubungan antara letak geografis dan budaya suatu suku

🗝️ Kunci Jawaban

Soal 1
B
Soal 2
C
Soal 3
C
Soal 4
B
Soal 5
B
Soal 6
C
Soal 7
B
Soal 8
B
Soal 9
B
Soal 10
C
1 – B: Atap curam agar air hujan cepat mengalir — penting karena curah hujan di dataran tinggi sangat tinggi.
2 – C: Atap Rumah Gadang berbentuk melengkung runcing seperti tanduk kerbau (gonjong), simbol kemenangan Minangkabau.
3 – C: Rumah panggung di dataran rendah dibangun tinggi untuk menghindari banjir dan kelembapan tanah di tepi sungai.
4 – B: Pempek adalah makanan khas Palembang dari ikan sungai (belida/gabus) yang dicampur sagu.
5 – B: Rumah Honai tanpa jendela agar panas tidak keluar dan udara dingin tidak masuk — adaptasi ekstrem terhadap suhu sangat dingin Lembah Baliem (1.600 mdpl).
6 – C: Bambu banyak tumbuh di pegunungan dan menghasilkan makanan panas yang hangat — sesuai kebutuhan iklim dingin Toraja.
7 – B: Jakarta sebagai pesisir dataran rendah menjadi pusat pertemuan budaya dari berbagai bangsa melalui jalur perdagangan maritim.
8 – B: Dataran tinggi: pakaian tebal berlapis; dataran rendah: kain tipis ringan seperti songket dan batik untuk menghadapi udara panas.
9 – B: Di pegunungan rempah melimpah dan medan sulit sehingga makanan tahan lama diperlukan — rendang kering bisa bertahan berminggu-minggu.
10 – C: Suku A (sungai besar, ikan, sutra, gambus) → dataran rendah. Suku B (gunung, ubi-daging, lemak babi, bambu) → dataran tinggi. Keduanya beradaptasi budaya sesuai alam.
Kesimpulan

🌟 Yang Sudah Kita Pelajari Hari Ini:

  • Bentang alam — baik dataran tinggi maupun dataran rendah — sangat memengaruhi cara manusia membangun rumah, memilih pakaian, mengolah makanan, dan menciptakan kesenian.
  • Kebudayaan dataran tinggi (Minangkabau, Toraja, Honai) ditandai dengan rumah atap curam, pakaian tebal, makanan panas-berempah, dan alat musik dari bambu/kayu hutan.
  • Kebudayaan dataran rendah (Betawi, Palembang, Banjar) ditandai dengan rumah panggung berventilasi lebar, pakaian ringan berbahan songket/batik, makanan berbahan ikan dan beras, serta seni yang terpengaruh jalur perdagangan.
  • Kekayaan budaya ini adalah warisan berharga — lahir bukan karena kebetulan, melainkan karena manusia yang cerdas dan kreatif dalam merespons tantangan alam di sekitarnya.
  • Indonesia memiliki ribuan suku dengan budaya berbeda-beda, dan semuanya indah dan bermakna — mencerminkan kekayaan alam Indonesia dari puncak gunung hingga tepi samudra! 🇮🇩🏔️🌊
🎯 Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat membaca dan menelaah data dalam tabel secara teliti.
  • Siswa dapat menentukan data terbanyak, tersedikit, selisih, dan jumlah data tertentu.
  • Siswa dapat mengurutkan data dari terkecil ke terbesar atau sebaliknya.
  • Siswa dapat menemukan nilai data yang rumpang menggunakan total yang diketahui.
🔍 Langkah-Langkah Menelaah Tabel
① Baca judul tabel
② Pahami kolom & baris
③ Temukan data yang ditanya
④ Hitung & simpulkan

Ikuti langkah ini agar tidak salah membaca data! 🌟

🔍

Soal 1 — Menelaah Data Tabel

Baca tabel dengan teliti, lalu jawab semua pertanyaan di bawahnya!

Ibu guru mencatat banyaknya buku yang dipinjam siswa kelas 3 di perpustakaan sekolah selama satu minggu. Data tersebut dituliskan dalam tabel berikut.

No.HariJumlah Buku Dipinjam
1Senin12
2Selasa18
3Rabu9
4Kamis24
5Jumat15
Mudah
Sedang
Sulit
a.Pada hari apakah jumlah buku yang dipinjam paling banyak?
Jawab:                         
Mudah
b.Pada hari apakah jumlah buku yang dipinjam paling sedikit?
Jawab:                         
Mudah
c.Berapa jumlah buku yang dipinjam pada hari Selasa dan Rabu jika digabungkan?
Jawab:                         
Sedang
d.Berapa selisih buku yang dipinjam antara hari Kamis dan hari Senin?
Jawab:                         
Sedang
e.Urutkan hari-hari tersebut berdasarkan jumlah buku yang dipinjam, dari yang paling sedikit ke yang paling banyak!
Jawab:                                                 
Sulit

Soal 2 — Data Rumpang pada Tabel

Temukan nilai ? yang hilang menggunakan total yang sudah diketahui!

Pak Budi mencatat banyaknya pengunjung Taman Baca di kelurahan selama 5 hari. Sayangnya, beberapa data belum sempat dicatat. Bantulah Pak Budi menemukan data yang hilang tersebut!

No.HariPengunjung (orang)
1Senin16
2Selasa?
3Rabu22
4Kamis?
5Jumat18
Total Pengunjung95
📌 Petunjuk: Diketahui bahwa pengunjung hari Kamis adalah 2 kali lebih banyak dari pengunjung hari Selasa.
Mudah
Sedang
Sulit
a.Berapa jumlah pengunjung yang sudah diketahui dari tabel? (Senin + Rabu + Jumat)
Jawab:                         
Mudah
b.Berapa jumlah pengunjung yang belum diketahui? (Selasa + Kamis)
Caranya: Total − Jumlah yang sudah diketahui =                 
Mudah
c.Gunakan petunjuk bahwa Kamis = 2 × Selasa. Berapa pengunjung hari Selasa?
Caranya: Selasa + Kamis = Selasa + 2 × Selasa = 3 × Selasa =        → Selasa =          
Sedang
d.Berapa pengunjung hari Kamis?
Caranya: Kamis = 2 × Selasa = 2 ×          =               
Sedang
e.Setelah semua data diketahui, urutkan hari dari jumlah pengunjung yang paling banyak ke yang paling sedikit. Lalu tentukan, pada hari manakah pengunjung mencapai di atas 20 orang?
Urutan:                                             
Di atas 20 orang:                         
Sulit
🌟 Kesimpulan
  • Membaca tabel dimulai dengan memahami judul, kolom, dan isi data sebelum menjawab pertanyaan.
  • Untuk mencari dataterbanyak atau tersedikit: bandingkan semua angka di kolom yang sama.
  • Untuk mencariselisih: kurangi angka yang lebih besar dengan angka yang lebih kecil.
  • Untukmengurutkan: susun angka dari kecil ke besar (atau sebaliknya), lalu cocokkan dengan namanya.
  • Untuk mencaridata rumpang: gunakan rumusData ? = Total − Jumlah data yang sudah diketahui.
  • Jika ada dua data yang hilang dengan hubungan khusus (misalnya 2× lipat), gunakan petunjuk itu untuk menemukan masing-masing nilainya.
🗝️ Kunci Jawaban
📊 Soal 1 — Menelaah Data
a.
Hari Kamis
Kamis = 24 buku → nilai tertinggi di tabel.
b.
Hari Rabu
Rabu = 9 buku → nilai terendah di tabel.
c.
27 buku
Selasa + Rabu = 18 + 9 = 27 buku.
d.
12 buku
Kamis − Senin = 24 − 12 = 12 buku.
e.
Rabu (9) → Senin (12) → Jumat (15) → Selasa (18) → Kamis (24)
Urutkan angka: 9 < 12 < 15 < 18 < 24 → cocokkan dengan nama hari.
❓ Soal 2 — Data Rumpang
a.
56 orang
Senin + Rabu + Jumat = 16 + 22 + 18 = 56 orang.
b.
39 orang
Total − sudah diketahui = 95 − 56 = 39 orang (Selasa + Kamis).
c.
Selasa = 13 orang
3 × Selasa = 39 → Selasa = 39 ÷ 3 = 13 orang.
d.
Kamis = 26 orang
Kamis = 2 × Selasa = 2 × 13 = 26 orang. ✅ Cek: 16+13+22+26+18 = 95 ✓
e.
Urutan (banyak→sedikit): Kamis (26) → Rabu (22) → Jumat (18) → Senin (16) → Selasa (13)
Di atas 20 orang: Kamis (26) dan Rabu (22).
✅ SESI SELESAI
🎉 Pembelajaran Hari Ini Selesai!
Alhamdulillah, kita telah menyelesaikan pembelajaran dengan baik hari ini.

Dari 22 siswa yang hadir, hanya ... siswa yang masih memerlukan bimbingan dalam memahami materi tentang cara manusia beradaptasi di dataran tinggi dan rendah dan memahami data tabel

Terima kasih kepada semua anak saleh dan salehah yang telah mengikuti
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
😊 Bagaimana perasaanmu hari ini?
Klik salah satu emoji di bawah ini!
📝 Refleksi Belajarmu
Bagaimana pendapatmu tentang materi hari ini?
 
💫 Pesan Semangat
💪
Terus semangat belajar!
🌟
Pantang menyerah meraih cita-cita!
📚
Jangan lupa review materi hari ini!
Sampai jumpa di pembelajaran selanjutnya
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
⭐ ✨ 🌟 ✨ ⭐
See You! 👋
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh