Nama Guru
Yogi Era Reforma, S.Pd.
Hari / Tanggal
Rabu, 26 Agustus 2026
Fase / Kelas
Fase B / Kelas III
Mata Pelajaran
MTK dan Pendidikan Pancasila
Materi
MTK: pembagian bilangan cacah sampai 1.000
Pendidikan Pancasila: Tempat Tinggalku di NKRI
Pertemuan Ke
MTK: kesepuluh
Pendidikan Pancasila: Kesembilan
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia, dan semangat selalu. Sudahkah anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak, karena shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim.
Allah sudah sangat baik kepada kita dengan segala kebesaran-Nya. Allah Maha Khaliq, Dzat yang menciptakan kita dan segala sesuatu di alam semesta. Allah Maha Malik, Dzat yang memelihara dan menjaga kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah Maha Razzaq, Dzat yang memberi rezeki kepada seluruh makhluk-Nya tanpa henti.
Nah, dari tiga kebesaran Allah ini, ternyata ada kaitannya dengan pelajaran kita hari ini, Yuk, kita simak bersama-sama penjelasannya! ๐
Tempat Tinggalku di NKRI
Mengenal RT, RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan ๐️
๐ Identitas Pembelajaran
| Capaian Pembelajaran | Pada akhir Fase B, peserta didik mampu mengenal susunan wilayah tempat tinggalnya mulai dari lingkup terkecil hingga lebih luas, serta mengidentifikasi lingkungan tersebut sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. |
| Tujuan Pembelajaran | Siswa mampu mengidentifikasi lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. |
| Materi | Tingkatan Wilayah Tempat Tinggal (RT, RW, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan) |
| Alokasi Waktu | 4 x 35 menit |
| Model dan Metode Pembelajaran | Model: Discovery Learning (siswa menemukan sendiri susunan wilayah tempat tinggal melalui pengamatan dan tanya jawab) Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, pengamatan denah/peta lingkungan, diskusi kelompok, dan penugasan menggambar denah sederhana |
| Media dan Alat Peraga | • Video pembelajaran tentang susunan wilayah tempat tinggal • Peta atau denah sederhana lingkungan sekitar sekolah • Kartu bergambar RT, RW, kelurahan, dan kecamatan • Proyektor/laptop untuk menayangkan video • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk latihan menggambar denah • Papan tulis dan spidol warna-warni |
๐ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran
๐งญ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Siswa mengingat kembali materi suku bangsa di Maluku, Papua, Bali, NTB/NTT, dan Sulawesi dari pertemuan sebelumnya.
- Siswa menonton video dan mengamati susunan wilayah tempat tinggal dari RT hingga kecamatan.
- Siswa mengidentifikasi tempat-tempat penting di lingkungan sekitar (tetangga, tempat ibadah, pos ronda, tempat umum).
- Siswa berlatih menggambarkan denah sederhana lingkungan tempat tinggalnya.
- Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.
๐ Review Materi Sebelumnya
Ayo isi titik-titik berikut berdasarkan materi suku bangsa yang telah dipelajari!
๐ Kunci Jawaban
1. Bali 2. Sulawesi 3. NTB (Nusa Tenggara Barat) 4. Papua 5. Maluku
๐ฌ Video Pembelajaran
▶ Tonton di YouTube
๐ Tempat Tinggalku di NKRI
Indonesia adalah negara yang sangat luas dan terdiri dari berbagai daerah dengan ciri khas masing-masing, mulai dari rumah adat, bahasa daerah, hingga makanan khasnya. Meskipun berbeda-beda, semua daerah tersebut bersatu dalam satu wilayah yang disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Setiap tempat tinggal kita tersusun mulai dari lingkup yang paling kecil hingga lebih luas. Ayo kita amati urutannya berikut ini!
1. RT (Rukun Tetangga)
RT adalah kumpulan beberapa rumah tetangga terdekat yang dipimpin oleh seorang Ketua RT.
2. RW (Rukun Warga)
RW adalah kumpulan dari beberapa RT yang dipimpin oleh seorang Ketua RW.
3. Desa atau Kelurahan
Desa (di pedesaan) atau Kelurahan (di perkotaan) adalah kumpulan dari beberapa RW yang dipimpin oleh Kepala Desa atau Lurah.
4. Kecamatan
Kecamatan adalah kumpulan dari beberapa desa atau kelurahan yang dipimpin oleh seorang Camat.
5. Denah Lingkungan Sekitar
Di setiap daerah, biasanya terdapat berbagai tempat penting seperti rumah tetangga, tempat ibadah (masjid, gereja, pura, vihara), pos ronda, sekolah, dan pasar. Semua tempat ini dapat digambarkan dalam sebuah denah, yaitu gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat.
Contoh sederhana denah lingkungan tempat tinggal
✍️ Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
1. Kumpulan beberapa rumah tetangga terdekat disebut ...
a. RW
b. RT
c. Kelurahan
d. Kecamatan
2. Pemimpin di tingkat kecamatan disebut ...
a. Lurah
b. Ketua RW
c. Camat
d. Ketua RT
3. Urutan wilayah dari yang paling kecil ke paling besar yang benar adalah ...
a. Kecamatan - Desa - RW - RT
b. RT - RW - Desa - Kecamatan
c. RW - RT - Kecamatan - Desa
d. Desa - RT - RW - Kecamatan
4. Gambar sederhana yang menunjukkan letak suatu tempat di lingkungan sekitar disebut ...
a. Peta dunia
b. Denah
c. Globe
d. Atlas
5. Rumah Andi dan rumah Beni berada di lingkungan tetangga yang sama, namun keduanya berada di wilayah yang berbeda dengan rumah Citra yang letaknya cukup jauh. Kemungkinan besar Andi dan Beni berada dalam satu ... yang sama.
a. Kecamatan
b. Desa
c. RT
d. Provinsi
B. Isian Singkat
6. Kumpulan dari beberapa RT disebut ____.
7. Sebutkan satu tempat umum yang biasa terdapat di lingkungan tempat tinggalmu!
8. Jelaskan perbedaan antara Desa dan Kelurahan!
C. Esai
9. Tuliskan nama RT, RW, dan desa/kelurahan tempat tinggalmu (jika belum tahu persis, tuliskan sesuai perkiraanmu)!
10. Mengapa penting bagi kita untuk mengenal RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan tempat tinggal kita sebagai bagian dari NKRI? Jelaskan menurut pendapatmu!
๐ Kunci Jawaban
Pilihan Ganda:
1. b 2. c 3. b 4. b 5. c
Isian Singkat:
6. RW (Rukun Warga)
7. (jawaban bervariasi, misalnya: masjid, pos ronda, sekolah, pasar)
8. Desa biasanya berada di wilayah pedesaan dan dipimpin oleh Kepala Desa, sedangkan Kelurahan berada di wilayah perkotaan dan dipimpin oleh Lurah.
Esai: (dinilai berdasarkan kesesuaian jawaban siswa dengan tempat tinggalnya pada nomor 9, dan kelogisan alasan pentingnya mengenal wilayah tempat tinggal pada nomor 10)
๐ Kesimpulan
Tempat tinggal kita tersusun mulai dari lingkup terkecil, yaitu RT, kemudian RW, desa atau kelurahan, hingga kecamatan. Di setiap lingkungan terdapat tetangga, tempat ibadah, pos ronda, dan tempat umum lainnya yang dapat digambarkan dalam sebuah denah. Semua wilayah ini, meskipun berbeda-beda, merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus kita kenal dan cintai bersama.
๐ Refleksi Pembelajaran Guru
| Kendala Pembelajaran | |
| Tindak Lanjut | |
| Siswa yang Sudah Paham | |
| Siswa yang Belum Paham |
Ayo Berlatih Pembagian!
Bilangan Cacah sampai 100 dengan Porogapit ➗
๐ Identitas Pembelajaran
| Capaian Pembelajaran | Pada akhir Fase B, peserta didik mampu menyelesaikan operasi pembagian bilangan cacah sampai 100 menggunakan berbagai strategi, termasuk pembagian bersusun (porogapit) tanpa sisa, sebagai kebalikan dari operasi perkalian, untuk menyelesaikan masalah sehari-hari. |
| Tujuan Pembelajaran | Siswa mampu menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit tanpa sisa. |
| Materi | Pembagian Bilangan Cacah sampai 100 |
| Alokasi Waktu | 3 x 35 menit |
| Model dan Metode Pembelajaran | Model: Problem Based Learning (siswa menyelesaikan masalah sehari-hari yang melibatkan operasi pembagian) Metode: Ceramah interaktif, tanya jawab, demonstrasi teknik porogapit, latihan soal berjenjang, dan permainan berhitung |
| Media dan Alat Peraga | • Video pembelajaran pembagian bilangan cacah dengan porogapit • Kartu perkalian sebagai bantuan (tabel perkalian 1-10) • Kelereng, kancing, atau stik es krim untuk peraga pembagian merata • Proyektor/laptop untuk menayangkan video • Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) • Papan tulis dan spidol warna-warni |
๐ Rincian Kegiatan Mencapai Tujuan Pembelajaran
๐งญ Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
- Siswa mengulang kembali konsep perkalian bilangan puluhan dengan satuan.
- Siswa menonton video dan mengamati contoh pembagian bilangan cacah sampai 100.
- Siswa memahami konsep pembagian sebagai kebalikan dari perkalian melalui alat peraga.
- Siswa berlatih menyelesaikan pembagian dengan teknik porogapit tanpa sisa.
- Siswa mengerjakan asesmen formatif untuk mengukur pemahaman.
๐ Review Materi Sebelumnya: Perkalian Bilangan Cacah (Puluhan dengan Satuan)
Ayo kerjakan soal latihan berikut ini!
๐ Kunci Jawaban
1. 60 2. 60 3. 54 4. 81 5. 92
๐ฌ Video Pembelajaran
Video ini menjelaskan cara menyelesaikan pembagian bilangan cacah sampai 100 dengan teknik porogapit secara sederhana.
▶ Tonton di YouTube
๐ Pembagian Bilangan Cacah sampai 100
1. Pembagian sebagai Kebalikan dari Perkalian
Pembagian adalah cara membagi suatu jumlah menjadi beberapa bagian yang sama besar. Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian.
2. Teknik Porogapit (Pembagian Bersusun)
Porogapit adalah cara membagi bilangan dengan menuliskannya secara bersusun agar lebih mudah dihitung langkah demi langkah.
3. Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pembagian sering digunakan saat membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.
✍️ Asesmen Formatif
A. Pilihan Ganda
1. 36 ÷ 6 = ...
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
2. 45 ÷ 5 = ...
a. 8
b. 9
c. 10
d. 7
3. 72 ÷ 4 = ...
a. 16
b. 17
c. 18
d. 19
4. Sebuah kantong berisi 65 permen akan dibagikan sama rata kepada 5 anak. Setiap anak mendapat ... permen.
a. 12
b. 13
c. 14
d. 15
5. Bu Sari membeli 96 buah apel untuk dibagikan sama rata kepada 6 tetangganya. Jumlah apel yang diterima setiap tetangga adalah ...
a. 14
b. 15
c. 16
d. 17
B. Isian Singkat
6. 28 ÷ 4 = ____
7. 63 ÷ 3 = ____
8. Sebuah kandang berisi 84 ekor ayam yang akan dibagi rata ke dalam 4 kandang kecil. Berapa ekor ayam di setiap kandang kecil? ____
C. Esai
9. Hitunglah 96 ÷ 8 dengan menggunakan teknik porogapit, tunjukkan langkah-langkahnya!
10. Buatlah sebuah soal cerita pembagian bilangan cacah sampai 100 yang berkaitan dengan kegiatan di rumahmu, lalu selesaikan soal tersebut!
๐ Kunci Jawaban
Pilihan Ganda:
1. b 2. b 3. c 4. b 5. c
Isian Singkat:
6. 7
7. 21
8. 21 ekor ayam
Esai:
9. 96 ÷ 8 = 12 (9 puluhan dibagi 8 = 1 sisa 1, turunkan angka 6 menjadi 16, 16 dibagi 8 = 2, hasil akhir 12)
10. (dinilai berdasarkan kesesuaian soal cerita dengan kegiatan sehari-hari serta ketepatan hasil perhitungan siswa)
๐ Kesimpulan
Pembagian bilangan cacah sampai 100 dapat dipahami sebagai kebalikan dari perkalian, dan dapat diselesaikan dengan teknik porogapit secara bersusun langkah demi langkah. Keterampilan ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan, uang, atau barang secara merata kepada beberapa orang.
๐ Refleksi Pembelajaran Guru
| Kendala Pembelajaran | |
| Tindak Lanjut | |
| Siswa yang Sudah Paham | |
| Siswa yang Belum Paham |
pembelajaran dengan penuh semangat dan antusias! ✨
๐ช Terus semangat belajar! | ๐ Pantang menyerah meraih cita-cita! | ๐ Jangan lupa review materi hari ini! |
dengan materi yang lebih seru dan menarik!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar